Salomon Serius Garap Gravel Running, 5 Opsi Ini Memudahkan Pilihan Dari Santai Ke Karbon

Salomon semakin serius masuk ke gravel running lewat lima model GRVL yang menyasar kebutuhan berbeda, dari latihan harian sampai race day. Langkah ini penting karena medan lari campuran menuntut karakter sepatu yang tidak lagi cukup hanya nyaman di aspal.

Gravel running sendiri makin naik daun karena memberi pengalaman lari yang lebih variatif. Di jalur kerikil, dirt road, dan lintasan ringan luar kota, pelari butuh grip, respons, dan perlindungan yang lebih seimbang.

Pilihan paling aman untuk transisi aspal ke kerikil

Aero Glide 4 GRVL menjadi opsi yang paling mudah dipahami untuk pelari yang sering berpindah permukaan dalam satu sesi. Model ini memakai platform Aero Glide 4 yang nyaman untuk road running, lalu mendapat outsole Gravel ContaGRIP dengan pola lug terinspirasi ban sepeda gravel.

Kombinasi tersebut membuat cengkeraman tetap terjaga di aspal, jalan kerikil, dan jalur tanah ringan. Midsole optiFOAM2 memberi sensasi responsif dan bouncy, sementara quickLACE neo membuat pemakaian lebih praktis.

Untuk daily training yang lebih ringan

Aero Blaze 3 GRVL ditujukan bagi pelari yang mencari sepatu gravel ringan dengan rasa lari stabil dan smooth. Sepatu ini memakai midsole optiFOAM² dan outsole Gravel ContaGRIP agar transisi dari aspal ke jalan kerikil terasa natural.

Upper mesh yang breathable membuatnya cocok dipakai untuk daily training di medan campuran. Bobot yang ringan dan harga yang masih relatif terjangkau di lini GRVL Salomon juga membuatnya relevan untuk gravel running santai hingga medium pace.

Versi tahan hujan untuk kondisi basah

Aero Blaze 3 GRVL Gore-Tex membawa formula yang sama, tetapi dengan fokus tambahan pada perlindungan cuaca. Kehadiran membran Gore-Tex membuatnya lebih cocok untuk pelari yang sering menghadapi hujan, jalan basah, atau kondisi lembap di jalur gravel.

Salomon memakai membran Gore-Tex ePE yang tetap breathable dan disebut lebih ramah lingkungan dibanding generasi sebelumnya. Bobotnya sedikit lebih berat dari versi non-GTX, tetapi perlindungan ekstra itu membuatnya terasa masuk akal untuk penggunaan di cuaca basah.

Naik kelas ke performa tinggi

GRVL Concept menjadi model yang paling menonjol untuk pelari yang mengejar performa. Salomon menyebutnya sebagai gravel super shoe pertama mereka, dengan dual carbon EnergyBlade plate, midsole optiFOAM+ berbasis PEBA, dan bobot yang tetap ringan di kelas performa tinggi.

Outsole Gravel ContaGRIP dirancang agar tetap cepat di aspal, tetapi masih menjaga grip di jalan kerikil. Ada juga knit gaiter terintegrasi untuk mencegah kerikil masuk ke dalam sepatu, dengan harga sekitar US$250 atau sekitar Rp4,4 juta.

Versi kolektor dengan sentuhan fashion

GRVL Concept Pas Normal Studios membawa teknologi GRVL Concept ke paket yang lebih fashion-forward. Speknya tetap sama, termasuk dual carbon plate, optiFOAM+, dan Gravel ContaGRIP, tetapi tampil dalam colorway earthy khas Pas Normal Studios yang minimalis dan premium.

Model ini rilis pada Mei 2026 dengan harga sekitar US$300 atau sekitar Rp5,3 juta. Penjualannya juga terbatas, sehingga posisinya lebih dekat ke collector piece daripada sepatu lari harian.

Kelima model itu menunjukkan bahwa Salomon tidak sekadar ikut tren gravel running. Pilihannya sudah mencakup pelari yang butuh sepatu nyaman untuk daily miles sampai atlet yang mengincar paket performa race day dengan teknologi pelat karbon.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button