Saboak berkembang jauh melampaui statusnya sebagai pasar mingguan. Dalam satu tahun, program ini berubah menjadi ruang ekonomi, kreativitas, dan perjumpaan warga yang kini mulai dipandang sebagai ikon baru Kota Kupang.
Perayaan HUT ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang itu juga menegaskan satu hal penting: Saboak lahir dari kolaborasi, bukan dari anggaran besar. Pemerintah Kota Kupang menyebut keberhasilan program ini sebagai hasil kerja bersama banyak pihak, mulai dari perangkat daerah hingga sponsor dan pelaku UMKM.
Kolaborasi yang membuat Saboak bertahan
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengatakan gagasan Saboak muncul dari diskusi dengan Wakil Wali Kota Kupang untuk menghidupkan Taman Nostalgia agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau. Dari sana, kawasan itu diarahkan menjadi ruang yang hidup, aktif, dan memberi manfaat ekonomi bagi warga.
Ia menekankan bahwa dukungan dari dinas terkait, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, UPTD Pertamanan, sponsor, komunitas, serta para pelaku UMKM menjadi penopang utama perjalanan program ini. Christian juga menyebut efisiensi fiskal ikut membuka jalan bagi kerja sama dengan mitra seperti Bank Mandiri, Taspen, dan sponsor lain.
“Dari kolaborasi itulah Saboak bisa lahir,” ujarnya dalam sambutan. Ia menambahkan bahwa capaian Saboak menunjukkan program publik tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran.
Ruang publik yang juga menggerakkan ekonomi
Selama satu tahun berjalan, Saboak mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp6,3 miliar. Rata-rata transaksi yang terjadi disebut mencapai sekitar Rp80 juta setiap pekan, menandakan aktivitas pasar ini sudah memberi ruang nyata bagi pelaku usaha kecil.
Pemerintah Kota Kupang juga tidak mengambil retribusi dari lapak-lapak yang ada. Dengan begitu, arus uang yang berputar di lokasi itu benar-benar kembali ke masyarakat dan mendukung pelaku UMKM yang berjualan di sana.
Kehadiran pengunjung yang terus meningkat membuat Saboak semakin kuat sebagai ruang ekonomi mingguan. Banyak pelaku usaha kecil mendapat kesempatan untuk bertahan dan berkembang di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.
| Informasi Utama | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Usia program | 1 tahun | Dirayakan di Taman Nostalgia |
| Perputaran ekonomi | Rp6,3 miliar | Selama satu tahun |
| Rata-rata transaksi | Rp80 juta per pekan | Aktivitas pasar mingguan |
Antusiasme warga dan rencana penambahan hari
Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menilai perjalanan Saboak selama setahun membuktikan ruang publik yang dikelola dengan kolaborasi bisa memberi manfaat luas. Ia mengakui sempat ada tantangan saat musim hujan, namun pemerintah tetap berupaya menjaga agar aktivitas UMKM bisa berjalan.
Pemerintah Kota Kupang juga sedang menyiapkan kemungkinan menghadirkan platform digital untuk membantu pemasaran produk UMKM. Langkah itu dipandang penting agar pelaku usaha tidak hanya bergantung pada keramaian di lokasi, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain itu, pemerintah tengah mengkaji penambahan hari pelaksanaan Saboak menjadi tiga hari, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Rencana tersebut muncul karena tingginya antusiasme warga dan manfaat ekonomi yang dirasakan para pelaku usaha.
Perlindungan merek bagi pelaku usaha
Dalam perayaan itu, perhatian juga tertuju pada perlindungan hak kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM. Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Bawono Ika Sutomo, menegaskan bahwa pendaftaran merek penting untuk memberi kepastian hukum dan melindungi identitas usaha.
Ia menjelaskan bahwa merek yang tidak didaftarkan berisiko lebih dulu dipakai atau diambil pihak lain. Karena itu, pendaftaran menjadi langkah penting untuk menjaga reputasi, nilai ekonomi, dan keberlanjutan usaha kecil yang tumbuh di Saboak.
Bawono juga menyampaikan rencana penguatan layanan kekayaan intelektual di daerah melalui pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual. Layanan itu diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengurus HAKI tanpa harus datang langsung ke kantor Kementerian Hukum.
Ikon baru yang tumbuh dari kebersamaan
Saboak kini tidak lagi sekadar pasar mingguan, melainkan ruang pertemuan warga, etalase UMKM, dan simbol bahwa Kota Kupang mampu melahirkan inovasi lewat kerja sama lintas sektor. Pemerintah Kota Kupang juga menyiapkan penambahan lapak, penguatan pengamanan dengan tambahan personel Satpol PP, pembangunan pos Satpol PP, serta peningkatan penerangan dan fasilitas pendukung di kawasan Taman Nostalgia.
Langkah-langkah itu diarahkan untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan memperkuat keberlanjutan Saboak sebagai ruang publik yang terus tumbuh bersama masyarakat. Dalam usia yang baru setahun, program ini sudah menempati posisi penting dalam kehidupan warga Kupang.
Source: mediaindonesia.com






