Prancis mendapat kabar buruk tepat menjelang perempat final Piala Dunia 2026. FIFA menolak banding Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), sehingga Michael Olise tetap harus absen saat Les Bleus menghadapi Maroko.
Keputusan itu langsung mengubah rencana Didier Deschamps. Tanpa Olise, Prancis kehilangan salah satu penggerak serangan yang selama fase grup tampil konsisten dan membantu tim menjaga ritme permainan.
Kerugian Besar di Lini Kreatif
Olise berusia 24 tahun dan dinilai punya peran penting dalam membangun kreativitas serangan. Absennya gelandang serang itu membuat Prancis perlu mencari alternatif lain untuk menembus pertahanan Maroko yang juga sedang tampil impresif.
Situasi ini menjadi semakin sensitif karena laga tersebut bukan pertandingan biasa. Prancis sedang mengejar tiket ke semifinal, dengan duel melawan Maroko dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026 dini hari WIB.
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Pemain | Michael Olise |
| Usia | 24 tahun |
| Status | Absen karena akumulasi kartu kuning |
| Lawan berikutnya | Maroko |
| Babak | Perempat final Piala Dunia 2026 |
Banding FFF Tidak Mengubah Keputusan
Olise menerima kartu kuning pada laga babak 16 besar melawan Paraguay setelah terlibat perselisihan dengan gelandang Matias Galarza. Dalam insiden itu, Galarza terjatuh sambil memegang wajahnya, meski tayangan ulang menunjukkan Olise hanya menarik bagian bajunya.
Karena kartu tersebut menjadi bagian dari akumulasi, skorsing satu pertandingan langsung berlaku. FFF sempat mengajukan banding dengan harapan hukuman itu bisa dibatalkan, apalagi FIFA sebelumnya pernah menangguhkan larangan bermain Folarin Balogun dan mengizinkan penyerang Amerika Serikat itu tampil melawan Belgia.
Harapan itu akhirnya pupus. Mengutip ESPN, Didier Deschamps mengonfirmasi bahwa timnya sudah menerima pemberitahuan resmi dari FIFA pada pagi hari.
“Tidak ada perubahan dengan kartu kuning Olise. Kami menerima keputusan dari FIFA pagi ini bahwa kartu kuning Olise tetap berlaku,” ujar Deschamps.
Dampak untuk Strategi Prancis
Selama turnamen, Olise disebut sebagai salah satu motor serangan paling stabil di skuad Deschamps. Tanpa dirinya, Prancis perlu menutup celah di sektor kreatif sekaligus menjaga keseimbangan permainan agar tidak mudah ditekan Maroko.
Laga ini kini bukan hanya soal perebutan tiket semifinal, tetapi juga soal bagaimana Prancis beradaptasi tanpa salah satu pemain paling konsisten mereka. FIFA sudah memberi jawaban akhir, dan Les Bleus harus masuk ke pertandingan besar itu tanpa Michael Olise.
Source: www.medcom.id






