Generasi muda perkotaan kini tidak lagi melihat rumah hanya sebagai tempat beristirahat. Di tengah ritme hidup yang serba cepat, rumah juga diposisikan sebagai ruang pemulihan yang membantu menjaga kenyamanan dan kesejahteraan mental.
Perubahan cara pandang itu ikut menggeser pilihan mereka terhadap produk rumah tangga. Barang yang minimalis, praktis, efisien, dan tetap enak dipandang kini lebih menarik karena mendukung produktivitas sekaligus suasana ruang yang lebih tenang.
Rumah Bukan Sekadar Tempat Pulang
Bagi banyak anak muda urban, rutinitas domestik tidak lagi identik dengan pekerjaan yang melelahkan. Aktivitas di rumah justru berubah menjadi ritual personal yang memberi rasa tenang dan membantu melepas stres setelah hari yang padat.
Karena itu, desain sederhana dan fungsi yang jelas menjadi pertimbangan utama. Mereka cenderung memilih produk yang mudah digunakan, mudah ditata, dan tidak menambah beban dalam keseharian.
Dapur Menjadi Ruang Sosial dan Ekspresi Diri
Perubahan paling terasa terlihat di dapur. Ruang ini kini bukan hanya tempat menyiapkan makanan, tetapi juga area sosial dan ruang ekspresi diri yang selaras dengan kebiasaan hidup praktis namun tetap estetis.
Tren menyiapkan kopi atau sarapan sederhana di pagi hari menjadi bagian dari kebiasaan yang membantu membangun mood positif sebelum beraktivitas. Memasak pun kerap dipandang sebagai bentuk terapi untuk mengalihkan pikiran dari kepenatan kerja.
| Area Rumah | Peran Baru | Nilai yang Dicari |
|---|---|---|
| Rumah | Ruang pemulihan | Kenyamanan dan ketenangan |
| Dapur | Ruang sosial dan ekspresi diri | Praktis dan estetis |
| Rutinitas domestik | Ritual personal | Melepas stres |
Efisiensi Jadi Pertimbangan Utama
Di tengah jadwal yang padat, generasi muda semakin menghargai produk yang bisa menghemat waktu. Kemudahan dalam menata diri, membersihkan rumah, atau menyiapkan kebutuhan harian menjadi faktor penting karena mereka ingin punya lebih banyak ruang untuk beristirahat dan berkembang.
Jack, CEO Simplus, menyebut kemudahan kini menjadi pilihan profesional dan keluarga masa kini untuk menyelesaikan rutinitas yang sering menyita waktu. Ia menegaskan kebutuhan itu memberi peluang bagi masyarakat untuk menikmati hidup dengan kualitas yang lebih optimal.
Desain Minimalis Tetap Relevan
Preferensi terhadap produk minimalis juga sejalan dengan kebutuhan visual dan fungsional sekaligus. Generasi muda tidak hanya mencari barang yang bekerja dengan baik, tetapi juga yang selaras dengan tampilan ruang dan gaya hidup mereka.
Dalam keterangan perusahaan, Simplus meluncurkan kampanye “Live Young with Simplus” untuk menginspirasi gaya hidup praktis dan estetis. Kampanye itu menonjolkan kombinasi desain minimalis dengan kegunaan produk yang maksimal, sesuai dengan kebutuhan pengguna urban yang dinamis.
Me-Time dan Home Gathering Ikut Mendorong Pilihan
Area komunal dan personal di rumah juga ikut memengaruhi selera terhadap produk sehari-hari. Saat me-time maupun home gatherings, unsur seperti sirkulasi udara yang baik dan atmosfer ruang yang nyaman menjadi penting karena memberi kesegaran fisik sekaligus kepuasan visual secara langsung.
Pola ini menunjukkan bahwa anak muda kini melihat produk rumah tangga bukan hanya dari harga atau fungsi dasar. Mereka juga mempertimbangkan pengalaman yang diberikan produk tersebut dalam mendukung suasana rumah yang lebih rapi, nyaman, dan selaras dengan kebutuhan harian.
Simplus menyebut telah menjangkau 18 juta keluarga pelanggan di berbagai wilayah. Angka itu menjadi penanda relevansi produk di tengah persaingan industri yang ketat dan perubahan selera konsumen perkotaan.
Source: lifestyle.bisnis.com






