Pertemuan perdamaian Ruben Onsu dan Sarwendah pada 11 Juli dipandang sebagai momen penting yang tidak boleh sekadar berakhir dengan kesepakatan lisan. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menegaskan pihaknya ingin melihat langkah yang benar-benar dijalankan, bukan janji yang kembali berhenti di meja pembicaraan.
Pesan itu muncul karena kubu Ruben menilai pengalaman pada pertemuan sebelumnya, yang disebut terjadi pada 2024, tidak berjalan sesuai harapan. Saat itu, ada kesepakatan soal pembagian waktu anak yang bahkan sudah dituangkan dalam akta notaris, tetapi pihak Ruben menilai isi kesepakatan tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
Tak ingin kejadian 2024 terulang
Minola menyampaikan peringatan itu dengan tegas agar agenda 11 Juli tidak mengulang pola yang sama. Ia meminta agar semua yang disepakati benar-benar menjadi fakta, bukan sekadar omon-omon.
“Jangan terulang seperti pada 2024. Kita mau fakta, dan kita enggak mau hanya sebatas omon-omon saja,” ujar Minola Sebayang dikutip dari channel Intens Investigasi.
Fokus pada hasil nyata membuat pertemuan ini menjadi sorotan, karena publik menunggu apakah kedua pihak bisa melangkah lebih jauh dari kesepakatan yang sifatnya verbal. Bagi kubu Ruben, pengalaman sebelumnya sudah cukup menjadi alasan untuk lebih berhati-hati.
Hak asuh anak masih jadi titik utama
Di luar pertemuan damai, Minola juga menyinggung langkah Ruben Onsu yang ingin memperjuangkan hak asuh anak, terutama Thalia dan Thania. Upaya hukum itu disebut akan dibawa ke pengadilan karena ada persoalan pengasuhan yang dinilai belum selesai.
Menurut Minola, Ruben merasa sedih ketika melihat kedua putrinya yang masih di bawah umur ikut terlibat dalam aktivitas live streaming untuk berjualan produk. Situasi itu disebut menjadi salah satu pemicu kekhawatiran yang terus menguat.
Teguran yang disebut tidak digubris
Kuasa hukum Ruben mengatakan kliennya sudah berulang kali mengingatkan agar anak-anak tidak dilibatkan dalam aktivitas promosi saat live. Namun, teguran itu disebut tidak diindahkan oleh Sarwendah.
“Ruben itu selalu mengingatkan agar jangan melibatkan anak-anak kepada saudari S saat live, apalagi diajak dalam mempromosikan produk,” kata Minola. Ia menambahkan bahwa Ruben merasa anak-anaknya belum berada di lingkungan yang aman.
Minola juga menyebut Ruben merasa hak bertemu anak-anak hingga tiga hari dalam satu minggu belum terpenuhi. Kondisi itu, menurutnya, membuat Ruben semakin mantap menempuh upaya hukum terkait hak asuh.
Dengan agenda 11 Juli yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada apakah pertemuan tersebut benar-benar bisa menghasilkan kesepakatan yang dijalankan. Di sisi lain, pernyataan Minola menunjukkan bahwa persoalan pengasuhan anak masih menjadi inti dari konflik yang belum selesai antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
Source: www.beritasatu.com






