Hyundai membuat banyak orang menoleh lewat IONIQ V yang bisa melaju hingga 650 kilometer dalam sekali isi daya. Yang mengejutkan, capaian itu datang dari baterai 66,8 kWh yang ukurannya tidak tergolong besar untuk klaim jarak tempuh setinggi itu.
Di tengah pasar mobil listrik yang sering fokus pada kapasitas baterai, Hyundai justru menonjol lewat efisiensi. Pabrikan asal Korea Selatan itu mengandalkan aerodinamika, pengelolaan energi, dan efisiensi motor listrik untuk memaksimalkan setiap kilowatt-hour yang tersimpan.
Efisiensi jadi pembeda utama
Klaim jarak tempuh IONIQ V menunjukkan bahwa daya jelajah mobil listrik tidak selalu ditentukan oleh baterai besar. Bobot kendaraan, bentuk bodi, dan sistem manajemen energi ikut berperan besar dalam hasil akhir.
Hyundai tampak mengoptimalkan seluruh faktor itu agar hambatan angin lebih rendah. Dengan begitu, energi di dalam baterai bisa dipakai lebih hemat untuk perjalanan jauh maupun penggunaan harian.
Dua opsi baterai LFP
IONIQ V hadir dengan dua pilihan baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP. Teknologi ini dikenal punya daya tahan tinggi, biaya produksi lebih rendah, dan stabilitas termal yang baik dibanding beberapa jenis baterai lithium lain.
| Varian Baterai | Kapasitas | Klaim Jarak Tempuh CLTC |
|---|---|---|
| Varian 1 | 53,5 kWh | 520-540 km |
| Varian 2 | 66,8 kWh | 620-650 km |
Varian 53,5 kWh diklaim mampu menempuh 520 hingga 540 kilometer dalam pengujian CLTC. Sementara itu, versi 66,8 kWh menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin jarak tempuh lebih jauh hingga 620 sampai 650 kilometer.
LFP makin relevan di mobil listrik
Pemakaian baterai LFP pada IONIQ V juga sejalan dengan arah industri kendaraan listrik global. Banyak produsen mulai beralih ke teknologi ini karena umur pakainya panjang dan performanya lebih konsisten untuk pemakaian harian.
Di sisi produksi, LFP juga dinilai lebih kompetitif sehingga kerap dipakai untuk menjaga harga kendaraan listrik tetap lebih terjangkau. Hyundai memanfaatkan karakter itu tanpa harus mengorbankan jarak tempuh secara signifikan.
Menjadi penantang di segmen sedan listrik
Dengan efisiensi tinggi dan daya jelajah yang besar, Hyundai IONIQ V berpeluang menjadi penantang serius di segmen sedan listrik. Model ini menawarkan fleksibilitas yang lebih baik untuk mobilitas harian sekaligus perjalanan antarkota.
Jika angka tersebut terbukti dalam pengujian independen dan pemakaian nyata, IONIQ V bisa menjadi contoh bahwa mobil listrik tidak selalu membutuhkan baterai raksasa untuk tampil impresif. Hyundai memilih jalan yang berbeda, yakni memaksimalkan energi yang sudah ada di dalam baterai.







