Rp26,34 Triliun Digelontorkan, Pemerintah Pasang 3 Jurus Tahan Daya Beli dan PHK

Author: Cung Media

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk kuartal II dan semester II-2026. Paket ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan tetap bergerak sambil meredam tekanan dari ketidakpastian global.

Pengumuman kebijakan itu disampaikan di Jakarta pada Senin (22/6/2026) sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah ingin mempercepat dampak stimulus ke konsumsi, dunia usaha, dan perlindungan sosial.

3 pilar untuk jaga ekonomi tetap aktif

Airlangga menjelaskan paket stimulus dibagi ke dalam 3 pilar utama. Masing-masing pilar menargetkan sisi yang berbeda, mulai dari aktivitas usaha, perlindungan tenaga kerja, hingga daya beli rumah tangga.

Pilar pertama menyasar konsumsi dan dunia usaha lewat berbagai insentif. Di dalamnya ada tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5 persen, diskon transportasi massal berupa potongan harga tiket kereta api dan kapal Pelni sebesar 30 persen, serta gratis tarif jasa kepelabuhanan ASDP.

Pemerintah juga memberi subsidi PPN DTP 100 persen untuk penerbangan domestik berjadwal kelas ekonomi. Di sisi industri, petrokimia dan bahan baku plastik mendapat fasilitas bebas bea masuk atas impor LPG untuk membantu menekan ongkos produksi massal.

Fokus berikutnya ada pada pekerja dan pencari kerja

Pilar kedua diarahkan untuk perlindungan ketenagakerjaan kelas menengah. Pemerintah menyiapkan Program Magang Nasional tahap II senilai Rp4,14 triliun untuk 150.000 lulusan perguruan tinggi.

Selain itu, tersedia dana pelatihan vokasi Rp2,12 triliun bagi 220.000 lulusan SMK. Pemerintah juga menyiapkan jaminan upah perlindungan keterampilan untuk 50.000 pekerja korban PHK.

Rangkaian program ini menunjukkan stimulus tidak hanya ditujukan untuk mendorong permintaan, tetapi juga untuk menjaga kesiapan tenaga kerja. Pemerintah ingin memastikan pencari kerja dan pekerja terdampak perubahan pasar tenaga kerja tetap punya ruang bertahan.

Daya beli kelompok bawah tetap jadi prioritas

Pilar ketiga berfokus pada daya beli masyarakat lapisan bawah. Pemerintah akan menyalurkan Bantuan Beras 10 kg kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama 3 bulan berturut-turut dengan anggaran Rp17,54 triliun.

Selain bantuan beras, pemerintah juga memberikan subsidi kedelai maksimal Rp2.000 per kg untuk pengrajin tahu dan tempe. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu menjaga stabilitas biaya produksi pelaku usaha kecil berbasis pangan.

Jika dirinci, Airlangga menyebut total stimulus semester kedua itu terdiri atas stimulus insentif transportasi sekitar Rp2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi sekitar Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa porsi terbesar tetap diarahkan ke perlindungan konsumsi rumah tangga.

Menjaga mesin pertumbuhan di tengah tekanan eksternal

Pemerintah menempatkan paket ini sebagai langkah proaktif menghadapi tekanan eksternal. Kombinasi insentif transportasi, dukungan industri, bantuan pangan, dan program pelatihan diharapkan menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak.

Dengan nilai mencapai Rp26,34 triliun, stimulus semester II-2026 menjadi salah satu langkah fiskal yang diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, lapangan kerja, dan daya beli masyarakat.

Terbaru