Herve Renard mencatat salah satu episode paling singkat dalam karier kepelatihannya setelah mundur dari kursi pelatih Timnas Tunisia. Ia hanya bertahan 18 hari, sebuah masa kerja yang kini tercatat sebagai rekor terpendek baginya.
Keputusan itu datang setelah Tunisia gagal melangkah ke babak gugur Piala Dunia 2026 pada Sabtu (4/7). Bagi Elang Kartago, hasil tersebut sekaligus menutup perjalanan yang tidak sesuai target di turnamen paling bergengsi itu.
Perubahan yang tak cukup mengangkat Tunisia
Renard datang di tengah turnamen untuk menggantikan Sabri Lamouchi. Pergantian tersebut semula diharapkan bisa memberi dorongan baru, tetapi keadaan di lapangan tidak banyak berubah.
Tunisia tetap tampil menurun dan menelan kekalahan beruntun dari Jepang serta Belanda. Hasil itu membuat langkah mereka terhenti lebih cepat dari harapan.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Pelatih | Herve Renard |
| Durasi melatih Tunisia | 18 hari |
| Alasan mundur | Tunisia gagal lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 |
| Hasil penting | Kalah beruntun dari Jepang dan Belanda |
Rekor terpendek dalam karier Renard
Menurut data Transfermarkt yang dikutip Detik Sport, 18 hari bersama Tunisia menjadi masa kepelatihan paling singkat sepanjang perjalanan profesional pelatih asal Prancis itu. Catatan tersebut menambah sorotan pada keputusan mundur yang diambil setelah turnamen berjalan tidak sesuai rencana.
Dalam pernyataan di media sosial, Renard menyampaikan terima kasih kepada Federasi Sepakbola Tunisia atas kesempatan memimpin di Piala Dunia 2026. Ia juga menulis, “Suatu kehormatan mengenakan seragam Tunisia dan menjalani pengalaman tak terlupakan ini.”
Renard menambahkan harapan agar Tunisia terus berkembang dan memberi kebanggaan bagi bangsa mereka. Dalam tulisan terpisah, mantan pelatih Maroko dan Arab Saudi itu menegaskan bahwa petualangannya bersama Tunisia telah berakhir.
Nama besar yang datang dengan ekspektasi besar
Keputusan Tunisia menunjuk Renard sempat memunculkan harapan karena rekam jejaknya di sepak bola Afrika. Ia pernah menjuarai Piala Afrika bersama Zambia dan Pantai Gading, dua pencapaian yang membuat kehadirannya disambut dengan ekspektasi tinggi.
Namun, harapan itu tidak bertahan lama setelah hasil di Piala Dunia 2026 tak sesuai target. Mundurnya Renard juga menambah daftar pelatih yang meletakkan jabatan seusai performa buruk di turnamen sepak bola tertinggi dunia tahun ini.
Bagi Tunisia, kepergian Renard meninggalkan pekerjaan rumah besar untuk evaluasi menyeluruh atas perjalanan mereka di turnamen. Bagi Renard, 18 hari di kursi pelatih Tunisia kini menjadi catatan tersingkat yang menonjol di dalam karier panjangnya.







