Perjalanan Pico Lopes menuju panggung terbesar sepak bola tidak dimulai dari panggilan telepon atau agen pemain, melainkan dari pesan di LinkedIn yang sempat ia anggap spam. Bek tengah Tanjung Verde itu akhirnya menjadi bagian penting dari tim debutan yang menembus fase gugur Piala Dunia FIFA 2026.
Kisah Lopes menonjol karena memperlihatkan bagaimana jalur menuju tim nasional bisa muncul dari cara yang sama sekali tidak biasa. Di tengah sorotan terhadap performa Tanjung Verde, ia menjadi salah satu nama yang ikut menjaga stabilitas lini belakang saat menghadapi lawan-lawan kuat.
Latar Keluarga yang Membuka Peluang
Pico Lopes memiliki ibu asal Irlandia dan ayah berdarah Tanjung Verde. Garis keturunan itu membuatnya berhak membela negara asal sang ayah di level internasional.
Sebelum memilih Tanjung Verde, Lopes sempat memperkuat Timnas Irlandia U-19. Namun, kesempatan untuk tampil bersama tim senior Irlandia tidak pernah datang, sehingga peluang dari Tanjung Verde menjadi babak baru dalam kariernya.
Pesan LinkedIn yang Tidak Langsung Berhasil
Pada 2018, pelatih Tanjung Verde saat itu, Rui Águas, mengetahui bahwa Lopes memenuhi syarat untuk memperkuat tim. Águas lalu menghubungi sang bek lewat LinkedIn, platform yang jarang dipakai untuk mendekati calon pemain tim nasional.
Pesan pertama itu tidak membuahkan respons. Lopes mengira pesan berbahasa Portugis tersebut hanyalah spam karena ia tidak memahami isi yang dikirim kepadanya.
Pendekatan Kedua yang Mengubah Arah Karier
Sekitar sembilan bulan kemudian, Rui Águas kembali mencoba menghubungi Lopes. Kali ini, pesan dikirim dalam bahasa Inggris dan mendapat respons positif dari sang pemain.
Dari momen itu, Lopes menerima tawaran untuk membela Tanjung Verde dan mulai meniti karier internasional bersama Blue Sharks. Debutnya terjadi dalam laga persahabatan melawan Togo yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Tanjung Verde.
Peran Penting di Lini Belakang
Sejak debut tersebut, Lopes berkembang menjadi salah satu pemain yang diandalkan di pertahanan. Di Piala Dunia FIFA 2026, ia tampil sebagai bek utama dan ikut membantu tim meredam serangan Spanyol, Uruguay, dan Argentina.
Ketenangan serta pengalamannya memberi stabilitas bagi lini belakang Tanjung Verde sepanjang turnamen. Kontribusi itu ikut menopang perjalanan sejarah mereka sebagai debutan yang berhasil melaju hingga fase gugur.
| Fakta Utama | Detail |
|---|---|
| Asal keluarga | Ibu dari Irlandia, ayah berdarah Tanjung Verde |
| Tim sebelum senior | Timnas Irlandia U-19 |
| Awal pendekatan | Pesan LinkedIn dari Rui Águas pada 2018 |
| Debut bersama Tanjung Verde | Laga persahabatan melawan Togo, menang 2-0 |
| Peran di Piala Dunia FIFA 2026 | Bek utama yang membantu meredam Spanyol, Uruguay, dan Argentina |
Langkah Tanjung Verde akhirnya terhenti setelah kalah 2-3 dari Argentina lewat perpanjangan waktu. Meski demikian, nama Pico Lopes tetap menempel pada kisah besar tim yang memulai turnamen sebagai debutan dan membawa pulang cerita yang tidak biasa dari jalur LinkedIn ke Piala Dunia.
Source: www.medcom.id






