Meksiko datang ke laga melawan Inggris dengan modal yang sulit diabaikan. Tuan rumah belum kebobolan sama sekali sepanjang turnamen, sementara Inggris tetap membawa reputasi sebagai tim yang tahu cara bertahan saat ditekan.
Pertemuan di Stadion Azteca, Mexico City, ini pun diperkirakan berjalan ketat sejak menit awal. Di satu sisi ada Meksiko yang sempurna di fase grup dan babak 32 besar, di sisi lain ada Inggris yang meski tidak selalu mulus tetap punya kedalaman skuad dan pemain penentu.
Meksiko menjaga laju sempurna
Skuad asuhan Javier Aguirre melangkah ke duel ini dengan catatan yang sangat rapi. Meksiko menang 2-0 atas Afrika Selatan, 1-0 atas Korea Selatan, dan mengalahkan Republik Ceko di fase grup, lalu menambah kemenangan 2-0 atas Ekuador di babak 32 besar.
Hasil itu membuat Meksiko keluar sebagai juara Grup A dengan nilai sempurna. Dari empat pertandingan, mereka sudah mencetak 8 gol dan belum sekali pun kebobolan.
Inggris tetap berbahaya saat tertinggal
Inggris menempuh jalan yang lebih berliku menuju laga ini. The Three Lions menang 4-2 atas Kroasia, kemudian ditahan Ghana tanpa gol, sebelum menundukkan Panama 2-0 untuk menjadi juara Grup L.
Di babak gugur, Inggris sempat dibuat kesulitan oleh RD Kongo. Mereka tertinggal 0-1 hingga hydration break terakhir, namun bangkit dan menang 2-1 lewat dua gol Harry Kane.
Rekor pertemuan berpihak ke Inggris
Secara head to head, Inggris punya catatan yang lebih baik atas Meksiko. Dalam empat pertemuan yang tercatat, Inggris selalu menang dan belum pernah memberi hasil imbang maupun kekalahan bagi lawannya.
| Tanggal | Hasil | Catatan |
|---|---|---|
| 25/5/2010 | Inggris 3-1 Meksiko | Pertemuan terbaru yang tercatat |
| 25/5/2001 | Inggris 4-0 Meksiko | Inggris menang meyakinkan |
| 29/3/1997 | Inggris 2-0 Meksiko | Inggris kembali clean sheet |
| 16/6/1966 | Inggris 2-0 Meksiko | Awal dominasi Inggris |
Meski begitu, konteks sekarang berbeda. Meksiko bermain di kandang sendiri dan mendapat dorongan dari atmosfer Stadion Azteca yang berada di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut.
Susunan pemain yang berpotensi menentukan jalannya laga
Meksiko disebut bisa turun dengan skuad terbaik karena tidak ada pemain cedera maupun terkena akumulasi kartu. Julian Quinones yang produktif berpeluang kembali menjadi starter bersama Raul Jimenez di lini depan.
Inggris masih memantau kondisi beberapa pemain penting. Reece James, Jarell Quansah, dan Declan Rice disebut mengalami cedera, sementara Harry Kane tetap disiapkan sebagai kapten sekaligus ujung tombak.
| Meksiko (4-3-3) | Inggris (4-2-3-1) |
|---|---|
| Raul Rangel | Jordan Pickford |
| Jorge Sanchez | Djed Spence |
| Edson Alvarez | Ezri Konsa |
| Johan Vasquez | Marc Guehi |
| Jesus Gallardo | Nico O’Reilly |
| Gilberto Mora | Elliot Anderson |
| Erik Lira | Declan Rice |
| Luis Romo | Bukayo Saka |
| Roberto Alvarado | Jude Bellingham |
| Raul Jimenez | Anthony Gordon |
| Julian Quinones | Harry Kane |
Javier Aguirre memimpin Meksiko, sedangkan Inggris dipimpin Thomas Tuchel. Jude Bellingham hampir pasti mengisi posisi nomor 10, sementara Harry Kane tetap menjadi pusat ancaman utama di kotak penalti lawan.
Prediksi skor yang paling mungkin
Laga ini diperkirakan berlangsung terbuka dalam beberapa momen, tetapi tetap rapat karena dua tim sama-sama punya organisasi permainan yang kuat. Meksiko mengandalkan tren sempurna, pertahanan yang belum kebobolan, dan dukungan publik tuan rumah.
Inggris, di sisi lain, membawa kualitas pemain yang lebih dalam dan pengalaman menghadapi tekanan. Prediksi yang mengemuka menempatkan Inggris sebagai favorit tipis dengan skenario 0-1, 1-1 lalu 1-2 di babak tambahan, atau kemenangan 1-2 dalam waktu normal.
Source: bola.bisnis.com






