PWNA Jateng dan TP PKK Satukan Langkah, Program Anak dan Perempuan Makin Luas

PWNA Jawa Tengah dan TP PKK Jawa Tengah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk memperkuat layanan bagi perempuan, anak, kesehatan, dan lingkungan. Pertemuan di Semarang ini memperlihatkan bahwa banyak agenda kedua pihak saling beririsan dan bisa digarap bersama.

Dalam audiensi tersebut, PWNA Jateng menempatkan isu perempuan, anak, kesehatan, dan lingkungan sebagai poros kerja organisasi. Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, juga menyebut forum itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengenalan program unggulan yang sudah dan sedang dijalankan.

Program yang Dibawa PWNA Jateng

Salah satu program yang diperkenalkan adalah EMINA atau Educare Milik NA. Program ini hadir sebagai layanan daycare dan pojok baca ramah anak yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pengasuhan sekaligus menyediakan ruang belajar yang aman.

PWNA Jateng juga memaparkan PASHMINA atau Pelayanan Remaja Sehat Milik NA. Layanan ini menyediakan kesehatan, konsultasi kesehatan, dan konsultasi psikososial bagi remaja.

Di bidang lingkungan, PWNA Jateng membawa program Ibu Jaga Bumi. Program ini mencakup edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan eco enzyme, pengembangan kebun gizi keluarga, dan produksi pupuk kompos berbasis masyarakat.

Organisasi tersebut juga menyoroti GENCANA atau Gerakan Cegah Perkawinan Anak. Program ini sudah mulai diterapkan lewat proyek percontohan di Kota Tegal untuk menekan angka perkawinan usia anak di Jawa Tengah.

Peluang Sinergi dengan PKK

Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyambut baik rangkaian program tersebut. Ia menilai banyak program NA memiliki irisan kuat dengan agenda strategis PKK, sehingga peluang kolaborasi dinilai terbuka lebar.

Sejumlah bidang yang disebut berpotensi diperkuat bersama meliputi ketahanan pangan keluarga lewat pemanfaatan pekarangan, gerakan penanaman pohon, pencegahan perkawinan anak, dan pemberdayaan kelompok usaha masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga disebut telah mendukung lewat layanan kesehatan, pendampingan hukum, dan penguatan ekonomi keluarga.

Tantangan yang Masih Mengemuka

Dialog kedua pihak juga menyoroti persoalan yang masih dihadapi perempuan dan anak di Jawa Tengah. Isunya mencakup tingginya angka kekerasan seksual, meningkatnya kasus kehamilan di luar nikah, kebutuhan transformasi layanan posyandu yang lebih inklusif, serta penguatan literasi masyarakat.

PWNA menegaskan bahwa layanan dan advokasi tidak boleh berhenti pada penanganan aduan. Organisasi itu menilai respons yang berkelanjutan harus mencakup penguatan akses pendidikan, kesehatan, dan pendampingan sosial.

Monica menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menjawab persoalan yang semakin kompleks. Ia berharap sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain dapat melahirkan inovasi yang memperkuat ketahanan keluarga serta kualitas hidup perempuan dan anak.

Agenda Lanjutan PWNA Jateng

Dalam audiensi itu, PWNA Jateng juga menyampaikan rencana Aksi Ekologis pada 14 Juni 2026 di Umbul Senjoyo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian semarak menuju Muktamar ke-15 di Solo.

PWNA Jateng turut mengundang Ketua TP PKK Jawa Tengah untuk hadir pada pembukaan Muktamar yang akan digelar di Solo pada Agustus mendatang. Langkah ini menunjukkan bahwa kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi diarahkan ke agenda bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat Jawa Tengah.

Source: suaraaisyiyah.id

Terkait