Jawa Barat mendapat pengakuan nasional setelah meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Penghargaan ini menegaskan bahwa kerja kolektif di daerah tersebut benar-benar menghasilkan capaian yang terukur.
Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga bagaimana pemerintah daerah menjalankan program secara terpadu. Konvergensi program, capaian layanan, efektivitas intervensi di tingkat desa, serta laju penurunan kemiskinan dan stunting menjadi bagian penting dalam penetapan penghargaan itu.
Penghargaan Diserahkan Di Yogyakarta
Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dan Metro TV itu diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, dikutip Selasa (9/6/2026). Momen tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan bahwa hasil di lapangan dinilai lahir dari kerja lintas level pemerintahan.
Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menyebut penghargaan itu sebagai bukti nyata kinerja para bupati, wali kota, kepala desa dan kelurahan, ketua RT, RW, hingga kader posyandu se-Jawa Barat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jabar atas kerja keras yang ikut mendukung penurunan tingkat kemiskinan dan stunting.
Peran Warga Dan Gerakan Saling Menjaga
KDM menekankan bahwa penurunan kemiskinan tidak bisa berjalan sendiri. Menurut dia, upaya itu perlu dibangun lewat kebiasaan saling membantu, termasuk dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari di pedagang kecil agar perputaran ekonomi tetap hidup di lingkungan masyarakat.
Ia juga meminta warga Jawa Barat terus saling menjaga dan memberi perhatian, terutama kepada anak-anak yang kekurangan gizi. Jika menemukan anak kekurangan gizi, KDM mengimbau agar segera diberikan makanan bergizi sebagai bagian dari kepedulian bersama.
Capaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang dinilai kuat dalam menjalankan program penanganan sosial secara terpadu. Dengan hasil tersebut, kerja yang melibatkan pemerintah daerah hingga level lingkungan kembali menunjukkan dampak langsung pada isu kemiskinan dan stunting.
Source: www.tarungnews.com






