Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengambil langkah yang belum banyak dilakukan daerah lain di Jawa Timur dengan mulai membangun ekosistem kendaraan listrik lewat jaringan SPKLU. Kebijakan ini tidak hanya menyentuh transportasi, tetapi juga menata ulang arah layanan publik, kawasan wisata, dan mobilitas warga.
Langkah awal itu lahir dari penandatanganan perjanjian sewa Barang Milik Daerah dengan PT Rekadaya Indotama untuk pemanfaatan aset daerah sebagai lokasi pembangunan SPKLU. Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari percepatan transisi energi bersih dan persiapan menghadapi pertumbuhan kendaraan listrik.
Fokus pada energi bersih dan wisata
Pemkab Probolinggo menempatkan SPKLU sebagai infrastruktur yang harus hadir di titik-titik strategis. Karena itu, lokasi awal diarahkan ke pusat pelayanan publik, pusat aktivitas ekonomi, hingga kawasan wisata unggulan yang banyak didatangi masyarakat dan wisatawan.
Haris menilai kehadiran fasilitas pengisian daya akan memudahkan pengguna kendaraan listrik sekaligus mendukung pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan. Pada saat yang sama, daerah ingin memastikan transformasi energi tidak berhenti di wacana, melainkan hadir dalam bentuk layanan yang bisa dipakai langsung.
21 titik awal dan potensi pendapatan daerah
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani menjelaskan bahwa skema ini merupakan implementasi Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Pemanfaatan aset daerah itu juga disebut berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah.
Nilai sewa yang diterima pemerintah daerah mencapai sekitar Rp431 juta untuk jangka waktu lima tahun. Tahap awal pembangunan mencakup 21 titik di lokasi strategis seperti pasar, kantor pemerintahan, pusat pelayanan publik, rumah sakit, kawasan wisata, hingga rest area.
| Lokasi | Jenis Area | Keterangan |
|---|---|---|
| Mal Pelayanan Publik | Pelayanan publik | Masuk tahap awal |
| Balai Diklat BKPSDM | Kantor pemerintahan | Masuk tahap awal |
| Kantor Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata | Kantor pemerintahan | Masuk tahap awal |
| Kantor Kecamatan Dringu, Leces, Lumbang, dan Tongas | Kantor pemerintahan | Masuk tahap awal |
| RSUD Tongas | Rumah sakit | Masuk tahap awal |
| Jembatan Kaca Seruni Point | Kawasan wisata | Gerbang menuju Bromo |
| Rest Area Sukapura | Rest area | Gerbang menuju Bromo |
| Pantai Bahak | Kawasan wisata | Masuk tahap awal |
| Pasar Bantaran, Pasar Leces, Pasar Bayeman, dan Pasar Patalan | Pasar | Masuk tahap awal |
Pembangunan SPKLU disebut akan berjalan bertahap, tetapi arah akhirnya jauh lebih besar dari fase awal. Kristiana menyampaikan pengembangan berikutnya akan diperluas hingga 131 titik di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo.
Skema itu menunjukkan bahwa infrastruktur kendaraan listrik tidak diarahkan hanya untuk satu kawasan, melainkan menyebar ke banyak simpul aktivitas warga. Dengan begitu, akses pengisian daya diharapkan ikut mendukung mobilitas harian dan perjalanan wisata di daerah tersebut.
Probolinggo diposisikan sebagai percontohan
Direktur PT Rekadaya Indotama Yudha Bhakti Kritianto mengapresiasi langkah Pemkab Probolinggo dan menyebut daerah ini sebagai pemerintah daerah pertama di Jawa Timur yang memulai pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui jaringan SPKLU. Kolaborasi tersebut diharapkan berkembang seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
PT Rekadaya Indotama bersama VinFast menargetkan pembangunan sekitar 150 ribu titik pengisian daya kendaraan listrik di seluruh Indonesia. Dalam peta yang lebih besar itu, Probolinggo diproyeksikan menjadi salah satu daerah percontohan untuk transportasi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
Source: jatim.antaranews.com






