Prancis memulai langkah di Grup I Piala Dunia 2026 dengan tekanan besar untuk langsung menang. Senegal datang sebagai lawan yang secara kualitas tak lebih unggul di atas kertas, tetapi punya modal sejarah, kekuatan fisik, dan ancaman serangan balik yang bisa mengubah arah laga.
Duels pembuka di New York New Jersey Stadium, Rabu (17/6/2026) dini hari, mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda. Prancis membawa kedalaman skuad merata, sementara Senegal mengandalkan pemain-pemain yang terbiasa tampil di level tertinggi Eropa.
Prancis datang dengan skuad yang nyaris komplet
Kabar baik menghampiri Prancis karena William Saliba dan Jules Kounde yang sebelumnya sempat bermasalah dengan kebugaran diperkirakan sudah siap bermain. Di lini depan, Kylian Mbappe tetap menjadi pusat perhatian sebagai kapten sekaligus mesin gol andalan.
Dengan komposisi seperti itu, Les Bleus diperkirakan tetap bertahan pada formasi 4-2-3-1. Nama-nama seperti Mike Maignan, Theo Hernandez, Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot, Michael Olise, Desire Doue, Ousmane Dembele, hingga Mbappe memberi gambaran tentang betapa dalamnya pilihan Prancis di setiap lini.
Senegal membawa memori pahit yang belum hilang
Senegal juga datang dengan kondisi yang relatif melegakan karena seluruh pemain inti disebut berada dalam keadaan fit. Sadio Mane yang sempat terganggu kebugarannya telah kembali berlatih penuh dan diprediksi turun sejak awal bersama Nicolas Jackson di lini depan.
Laga ini ikut membawa kembali memori penting dari pertemuan kedua tim. Senegal pernah mengalahkan Prancis 1-0 pada 31 Mei 2002, hasil yang ikut membuat Prancis gagal lolos dari fase grup saat itu.
Ancaman Senegal tidak bisa diremehkan
Rekor singkat head to head itu menjadi pengingat bahwa Senegal bukan lawan yang mudah ditebak. Meski Prancis unggul kualitas individu, Senegal punya gaya bermain fisik, transisi cepat, dan pengalaman pemain senior yang bisa membuat laga berlangsung ketat.
Senegal diperkirakan juga memakai 4-2-3-1 untuk menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan balik. Edouard Mendy, Kalidou Koulibaly, Ismaila Sarr, Habib Diarra, dan Sadio Mane menjadi bagian penting dari struktur yang disiapkan untuk meredam tekanan Prancis.
Performa terbaru menunjukkan duel ini bisa berjalan rapat
Dalam lima laga terakhir, Prancis tampil cukup stabil dengan kemenangan atas Irlandia Utara, Kolombia, Brasil, dan Azerbaijan. Satu-satunya hasil negatif mereka adalah saat kalah dari Pantai Gading.
Senegal belum sepenuhnya konsisten, tetapi tetap menunjukkan kapasitas bersaing. Dalam lima laga terakhir, mereka bermain imbang melawan Arab Saudi, kalah dari Amerika Serikat dan Maroko, lalu menang atas Gambia serta Peru.
Prediksi arah pertandingan
Secara kualitas dan kedalaman skuad, Prancis tetap lebih diunggulkan untuk menguasai ritme permainan. Namun, Senegal punya cukup banyak modal untuk membuat Les Bleus bekerja keras sejak menit awal.
Jika Mbappe dan Ousmane Dembele mendapat ruang, Prancis bisa segera menekan dan mengunci penguasaan bola. Di sisi lain, Senegal tetap berpeluang mencuri gol lewat serangan balik cepat, sehingga kemenangan Prancis kemungkinan tetap hadir dengan margin tipis hingga sedang.
Opsi skor yang paling realistis mengarah pada Prancis 2-0 Senegal, Prancis 2-1 Senegal, atau Prancis 3-2 Senegal. Apa pun hasil akhirnya, laga ini punya semua elemen untuk menjadi pembuka grup yang tidak nyaman bagi tim favorit sekalipun.
