Piala Dunia Pindah ke Layar Ponsel di China, TV Mulai Tersisih

Author: Cung Media

Piala Dunia di China kini lebih sering hadir di layar ponsel ketimbang di ruang keluarga. Perubahan ini menunjukkan bagaimana kebiasaan menonton sepak bola bergeser cepat, seiring platform digital mengambil peran yang dulu dikuasai televisi.

Bagi banyak penggemar, akses lewat aplikasi terasa lebih praktis dan fleksibel. Jadwal pertandingan yang sering tidak ramah bagi penonton di China membuat mobile viewing makin masuk akal, terutama ketika laga berlangsung tengah malam atau pagi hari.

Ponsel jadi layar utama penonton

Di Beijing, seorang penggemar bernama Faye Jin menggambarkan perubahan itu dengan sederhana. Ia mengatakan sebagian besar pertandingan kini ditonton lewat ponsel pintar, sementara televisi di rumah nyaris tidak lagi dipakai untuk menyaksikan laga.

Kebiasaan serupa juga terlihat di rumah tangga perkotaan lain. Akses mobile memungkinkan penonton mengikuti pertandingan tanpa harus bergantung pada televisi konvensional atau pergi ke lokasi nonton bareng.

Platform digital rebut akses siaran

Tahun ini, Xiaohongshu atau Little Red Book mendapat hak siar Piala Dunia secara gratis untuk seluruh penggunanya. Platform itu juga menjalin kerja sama strategis dengan China Media Group, perusahaan media milik pemerintah yang mengelola CCTV.

Lewat aplikasi CCTV dan Xiaohongshu, pengguna bisa menonton pertandingan secara langsung dari perangkat mobile. Pola ini membuat platform digital semakin kuat sebagai pintu utama untuk mengakses laga dengan cepat dan fleksibel.

Bar tak seramai dulu

Pantauan di Beijing menunjukkan minat menonton di bar tidak setinggi edisi sebelumnya. Banyak penggemar memilih tetap menonton dari rumah melalui internet karena jam tayang yang kurang bersahabat.

Xu Wang, pekerja di Absolut Bar di kawasan wisata Beijing, mengatakan banyak temannya memilih menonton sendiri di rumah karena sulit menemukan tempat berkumpul pada jam seperti itu. Situasi ini ikut menegaskan bahwa kebiasaan menonton kini tidak lagi bergantung pada ruang publik.

Video pendek ikut membentuk kebiasaan

Perubahan cara menonton sebenarnya sudah terlihat sejak Piala Dunia 2022. FIFA mencatat China menyumbang hampir setengah dari total jam tayang global yang berasal dari platform digital dan media sosial pada turnamen tersebut.

Pergeseran ini turut didorong oleh penetrasi jaringan 5G yang pesat serta biaya paket data yang relatif terjangkau. Menurut data QuestMobile, masyarakat China menghabiskan sekitar 40% waktu penggunaan ponsel harian mereka untuk menonton video, terutama lewat aplikasi video pendek seperti Douyin.

Douyin dan Xiaohongshu saling berebut perhatian

Quan Zhao, penggemar sepak bola lainnya, mengaku lebih sering mengikuti turnamen lewat video pendek dan ringkasan di media sosial. Ia mengatakan biasanya memantau pertandingan lewat Douyin dan baru berencana menonton penuh pada fase-fase akhir turnamen.

Douyin juga tetap agresif memanfaatkan momentum Piala Dunia meski pada edisi 2022 hak siar digital dipegang platform tersebut. Tahun ini, aplikasi itu menghadirkan komentator sepak bola populer, kreator konten, hingga efek artificial intelligence bertema Piala Dunia untuk menarik perhatian pengguna.

Pasar digital China makin besar

Data QuestMobile menunjukkan Douyin memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan. Sementara itu, Xiaohongshu tercatat memiliki sekitar 245,3 juta pengguna aktif bulanan hingga Maret 2026.

Di luar pasar domestik, perusahaan teknologi China juga melihat ajang ini sebagai peluang bisnis internasional. Tencent Cloud menyebut dua pertiga platform resmi penyiaran Piala Dunia di kawasan Asia Pasifik menggunakan layanan komputasi awan miliknya.

Perusahaan itu mendukung siaran pertandingan di 16 wilayah, termasuk Singapura, Uni Emirat Arab, hingga Argentina, dan menyebut cakupan tersebut sebagai yang terbesar yang pernah ditangani penyedia layanan cloud asal China dalam ajang Piala Dunia.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru