Prabowo Sindir Pengusaha Banyak Dosa, Masa Depan Harus Bersih dan Taat Hukum

Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras kepada para pengusaha Indonesia saat berbicara di hadapan peserta Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung. Ia menyinggung masa lalu dunia usaha yang disebutnya penuh dosa, tetapi menegaskan bahwa masa depan harus dibangun lebih bersih dan taat aturan.

Pernyataan itu langsung mencuri perhatian karena disampaikan di forum pengusaha muda. Prabowo tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberi pesan agar pelaku usaha memperbaiki cara bekerja dan tidak membawa kesalahan lama ke masa depan.

Pengusaha Lama Dikenal, Sulit Menutupi Kekeliruan

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan bahwa ia sudah mengenal banyak tokoh HIPMI sejak kecil. Karena itu, ia menilai para pengusaha yang hadir tidak bisa menutup-nutupi kesalahan masa lalu di hadapannya.

Pengusaha Indonesia banyak dosanya. Betul? Lo nggak bisa bohong sama gue, gue sudah ngerti. Itu tokoh-tokoh HIPMI gue kenal dari kecil,” kata Prabowo.

Ucapan itu menjadi sorotan karena disampaikan langsung oleh kepala negara di tengah forum yang mempertemukan pengusaha muda. Nada yang dipakai tegas, tetapi isi pesannya tetap diarahkan pada pembenahan ke depan.

Masa Lalu Bisa Ditutup, Asal Tidak Melanggar Hukum

Prabowo tidak meminta masa lalu dijadikan beban terus-menerus. Ia justru mengatakan bahwa dosa lama bisa ditutup selama langkah berikutnya dilakukan dengan benar.

Menurut Prabowo, yang utama adalah kemampuan pengusaha menjalankan manajemen perusahaan dengan baik dan tidak melanggar hukum. Ia menegaskan bahwa pembenahan harus dimulai dari disiplin bekerja dan kepatuhan pada aturan.

“Tapi sudahlah ya nggak apa-apa dosa kita tutup. Kita bangkit ke depan. Sekarang, jangan coba-coba melanggar hukum,” ujarnya.

Teknologi Membuat Kecurangan Lebih Mudah Terbaca

Prabowo juga mengingatkan bahwa kondisi usaha saat ini berbeda dengan masa lalu. Ia menyoroti kemajuan teknologi yang membuat upaya menyembunyikan pelanggaran menjadi jauh lebih sulit.

Ia menyebut kecerdasan buatan atau AI sebagai contoh teknologi yang mampu membaca dokumen dengan cepat. Menurutnya, kontrak dan dokumen tebal kini bisa diproses hanya dalam hitungan menit.

“Sekarang ada teknologi. Sekarang ada AI, ada kecerdasan. Sekarang semua dokumen, setebal ini bisa dibaca dalam 5 menit. Kontrak setebal ini 5 menit,” ucapnya.

Pesan itu sekaligus menjadi peringatan bahwa dunia usaha harus lebih transparan. Di era digital, ruang untuk menyembunyikan detail penting dinilai semakin sempit.

Pengusaha Diminta Berpihak pada Kepentingan Rakyat

Selain soal kepatuhan hukum, Prabowo menekankan pentingnya orientasi ekonomi yang memberi manfaat luas. Ia meminta para pengusaha ikut menguasai dan mengendalikan sumber daya serta aktivitas ekonomi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam pandangannya, keberhasilan bisnis tidak boleh hanya menguntungkan kelompok tertentu. Dunia usaha diminta ikut menjaga kepentingan nasional lewat praktik yang sehat dan bertanggung jawab.

“Jadi saudara-saudara, mari kita raih masa depan yang baik. Kita kuasai, kita kendalikan semua untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” sambungnya.

Pidato Prabowo di forum HIPMI menempatkan pengusaha pada dua tuntutan sekaligus, yakni membersihkan praktik lama dan menata masa depan dengan lebih tertib. Pesan utamanya jelas, masa lalu boleh ditutup, tetapi masa depan harus dibangun dengan hukum, manajemen yang baik, dan keberpihakan pada rakyat.

Source: www.viva.co.id

Terkait