Prabowo Percayakan BGN Pada Nanik S Deyang, Disiplin Jadi Kunci Pembenahan

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) dengan penekanan pada disiplin, ketegasan, dan pengawasan yang kuat. Di lembaga yang memegang peran penting dalam program pemenuhan gizi nasional, pemerintah menilai karakter itu dibutuhkan untuk mempercepat pembenahan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menaruh perhatian besar pada kepatuhan terhadap SOP, kualitas manajemen, dan mutu makanan bagi penerima manfaat. Tiga hal itu disebut menjadi dasar utama dalam menilai kesiapan seorang pemimpin di BGN.

Disiplin dan pengawasan jadi sorotan utama

Prasetyo menyebut Nanik dikenal sangat memperhatikan penerapan standar operasional di lingkungan kerja BGN. Penilaian itu tidak hanya menyangkut tata kelola internal, tetapi juga pengawasan terhadap layanan yang diterima masyarakat.

Presiden, kata Prasetyo, melihat disiplin dalam menjalankan SOP dan manajemen sebagai hal yang tidak bisa ditawar. Di saat yang sama, kualitas makanan untuk penerima manfaat harus tetap dijaga ketat agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.

Dalam evaluasi dan monitoring, Nanik juga disebut memiliki sikap yang tegas. Karakter itu dinilai penting karena BGN membutuhkan penguatan tata kelola agar program pemenuhan gizi lebih tertib dan terukur.

Pengalaman internal ikut memperkuat pilihan

Selain karakter kepemimpinan, pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan terakhir menjadi pertimbangan besar. Pemerintah menilai posisi sebelumnya memberi bekal langsung tentang alur kerja, proses internal, dan tantangan di dalam lembaga.

Prasetyo mengatakan waktu yang sudah dijalani Nanik di BGN cukup untuk mengenali kebutuhan pembenahan yang harus dilakukan. Karena itu, penunjukan ini dipandang bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan juga upaya menjaga kesinambungan kerja.

Menurut Prasetyo, Presiden meyakini Nanik sudah memahami seluruh kegiatan yang berjalan di BGN. Pemahaman itu diharapkan mempercepat langkah perbaikan yang dibutuhkan dalam waktu dekat.

Pembenahan internal jadi pekerjaan awal

Pemerintah berharap Nanik bersama dua wakil kepala baru bisa langsung mendorong pembenahan internal. Langkah ini dinilai perlu dilakukan cepat agar kualitas pelaksanaan program BGN semakin baik.

Dua wakil kepala baru yang akan mendampingi Nanik adalah Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono. Keduanya disiapkan untuk membantu proses perbaikan dan penguatan di dalam lembaga.

Penunjukan itu juga diikuti rencana pelantikan resmi dalam waktu dekat. Pemerintah mengagendakan pelantikan pada minggu depan agar Nanik dapat lebih dulu fokus pada proses perbaikan di awal masa tugasnya.

Harapan pada fase baru BGN

Dengan kombinasi pengalaman, kedisiplinan, dan ketegasan dalam evaluasi, Nanik dipandang cocok memimpin BGN pada fase yang menuntut pengawasan ketat. Pemerintah menempatkan kepemimpinan baru ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program gizi nasional.

Harapan itu juga terkait langsung dengan mutu layanan bagi masyarakat penerima manfaat. Di tengah kebutuhan pembenahan yang cepat, BGN kini dituntut bekerja lebih tertib, terukur, dan menjaga standar yang menjadi perhatian utama Presiden.

Source: www.medcom.id

Terkait