Pemerintah sedang menyiapkan arah baru pengelolaan aset negara dengan menempatkan efisiensi, konsolidasi BUMN, dan pembukaan sektor ekonomi baru dalam satu kerangka kebijakan. Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, di Kertanegara, Jakarta, menjadi salah satu sinyal paling jelas dari arah itu.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, agenda pembahasan berfokus pada percepatan transformasi BUMN dan penguatan sektor ekonomi baru. Pemerintah juga ingin mendorong tata kelola yang lebih baik agar beban biaya yang selama ini ditanggung negara bisa dikurangi.
Konsolidasi BUMN Masuk Tahap Lanjutan
Salah satu bahasan utama dalam pertemuan itu adalah konsolidasi entitas BUMN yang jumlahnya masih sangat banyak. Teddy menyebut dari sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, 258 entitas sudah berhasil dikonsolidasikan.
Masih ada sekitar 300 entitas lain yang disiapkan untuk masuk ke tahap konsolidasi berikutnya. Pemerintah menargetkan struktur perusahaan pelat merah menjadi lebih ramping, lebih efisien, dan tidak terlalu membebani anggaran.
Restrukturisasi ini juga ditempatkan sebagai bagian dari strategi besar pengelolaan aset negara. Dengan konsolidasi yang lebih terarah, pemerintah berharap kinerja korporasi negara bisa menguat sekaligus memberi ruang fiskal yang lebih sehat.
Danantara Didorong Menjajal Sektor Ekonomi Baru
Selain membahas BUMN, pertemuan itu juga menempatkan Danantara sebagai penggerak di sektor-sektor yang dinilai punya peluang pertumbuhan baru. Pemerintah melihat pariwisata, konser musik, dan olahraga sebagai area yang bisa diperluas perannya.
Teddy menjelaskan bahwa sektor-sektor tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Aktivitas di dalamnya juga dinilai mampu menarik investasi asing dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Dalam kerangka itu, Danantara tidak hanya diposisikan sebagai pengelola aset, tetapi juga sebagai pendorong ekosistem ekonomi yang lebih dinamis. Pendekatan ini diharapkan membuat manfaat pengelolaan aset negara terasa lebih langsung di masyarakat.
Efisiensi Jadi Kata Kunci
Fokus utama dari pembahasan di Kertanegara adalah bagaimana aset negara dapat dikelola dengan hasil yang lebih optimal. Pemerintah ingin memastikan nilai ekonomi dari aset yang ada tidak berhenti di level administratif, tetapi bergerak ke aktivitas produktif.
Teddy menegaskan efisiensi menjadi tujuan penting dari langkah tersebut. Dengan tata kelola yang lebih baik, negara diharapkan bisa menekan pengeluaran dan mempercepat manfaat ekonomi ke sektor yang lebih produktif.
Source: mediaindonesia.com






