Hyundai mulai memperlihatkan arah baru Ioniq V, sedan listrik yang memang disiapkan khusus untuk pasar Tiongkok. Model ini menjadi Ioniq pertama yang dikembangkan secara spesifik untuk kebutuhan konsumen di China, dan itu langsung membuat posisinya menarik untuk diperhatikan.
Langkah ini menunjukkan Hyundai tidak lagi sekadar membawa model global ke pasar besar tersebut. Pabrikan Korea Selatan itu justru merancang Ioniq V dengan pendekatan yang lebih lokal, mulai dari desain, dimensi, hingga teknologi kabin yang dibawa ke dalam mobil.
Desain lebih efisien, dimensi dibuat lega
Ioniq V mengusung bahasa desain baru bernama The Origin. Siluet bodinya dibuat mengalir, sedangkan garis atapnya turun lembut seperti fastback modern.
Wajah futuristisnya didukung lampu depan tipis, pintu tanpa bingkai, dan spion bergaya mengambang. Seluruh elemen itu bukan hanya soal tampilan, tetapi juga diarahkan untuk membantu efisiensi aerodinamika.
Dari sisi ukuran, sedan listrik ini tergolong besar. Panjangnya mencapai 4.900 mm, lebarnya 1.890 mm, dan jarak sumbu rodanya 2.900 mm.
Dimensi tersebut memberi ruang kabin yang lebih lapang. Hyundai menyebut ruang kaki baris pertama mencapai 1.078 mm, sementara baris kedua 1.019 mm.
Kabin digital dengan layar 27 inci
Masuk ke dalam, Hyundai menempatkan layar panorama 4K berukuran 27 inci di dashboard. Panel ini menjadi pusat tampilan utama dan memberi kesan kabin yang serba digital.
Layar tersebut dipadukan dengan head-up display Horizon atau H-HUD. Fitur ini memproyeksikan informasi penting ke bidang pandang pengemudi agar data tetap mudah dipantau saat berkendara.
Hyundai juga menambahkan audio delapan speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Untuk suasana yang lebih nyaman, tersedia pula pencahayaan ambient yang bisa disesuaikan.
Tenaga 225 hp dan jarak tempuh sampai 650 kilometer
Di sektor performa, Ioniq V disiapkan dengan tenaga hingga 225 hp. Hyundai juga membekalinya dengan baterai yang diklaim mampu menempuh jarak sampai 650 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.
Kombinasi ini membuat Ioniq V tidak hanya menonjol dari sisi desain. Mobil ini juga diarahkan untuk memberi efisiensi perjalanan yang relevan bagi pengguna perkotaan maupun perjalanan jarak menengah.
Teknologi pintar jadi senjata utama
Daya tarik lain datang dari teknologi pintar yang dibenamkan Hyundai. Ioniq V memakai asisten AI berbasis large language model atau LLM yang didukung chipset Qualcomm Snapdragon 8295.
Sistem ini memungkinkan pengemudi mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan lewat perintah suara yang lebih natural dan responsif. Pendekatan tersebut membuat interaksi dengan mobil terasa lebih sederhana dan cepat.
Hyundai juga menyematkan berbagai fitur bantuan berkendara canggih hasil kolaborasi dengan perusahaan teknologi Momenta. Kehadiran teknologi itu menegaskan bahwa Ioniq V diposisikan bukan hanya sebagai mobil listrik baru, tetapi juga sebagai model yang mengutamakan pengalaman berkendara berbasis kecerdasan buatan.
Dengan desain baru, kabin yang lega, fitur digital, dan teknologi bantuan berkendara, Hyundai memberi sinyal kuat soal arah pengembangan Ioniq V. Model ini menjadi salah satu kartu penting Hyundai untuk memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Tiongkok.
Source: www.liputan6.com






