Rencana pembebasan PPN pada tiket pesawat domestik dinilai berpotensi memberi dampak yang jauh lebih besar dari sekadar harga tiket yang lebih murah. Jika kebijakan ini berjalan, mobilitas masyarakat bisa meningkat dan perputaran ekonomi di daerah ikut terdorong.
Pengamat aviasi Alvin Lie menilai biaya perjalanan yang lebih ringan akan membuat lebih banyak orang memilih pesawat untuk bepergian antardaerah. Dari sana, efeknya tidak hanya terasa di industri penerbangan, tetapi juga bisa menjalar ke pariwisata, hotel, kuliner, logistik, hingga UMKM.
Konektivitas di negara kepulauan
Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada transportasi udara untuk menghubungkan banyak wilayah. Karena itu, harga tiket pesawat menjadi salah satu faktor penting yang menentukan seberapa mudah masyarakat berpindah dari satu daerah ke daerah lain.
Alvin mengatakan, ketika beban biaya penumpang berkurang, minat menggunakan pesawat kemungkinan ikut naik. Dalam konteks ini, pembebasan PPN bisa memperkuat konektivitas antardaerah yang selama ini dibutuhkan untuk mendukung perjalanan domestik.
Dampak ke aktivitas ekonomi daerah
Jika perjalanan domestik makin ramai, sejumlah sektor usaha berpeluang merasakan efek ikutannya. Wisata daerah dapat lebih mudah diakses, sementara hotel, restoran, penyedia jasa logistik, dan pelaku usaha kecil memiliki peluang menghadapi permintaan yang lebih tinggi.
Alvin menekankan bahwa mobilitas masyarakat berkaitan erat dengan distribusi aktivitas ekonomi. Semakin mudah orang bergerak, semakin besar pula peluang perputaran uang di berbagai daerah.
Sorotan pada perlakuan pajak
Alvin juga menilai penerapan PPN pada tiket pesawat domestik perlu dievaluasi. Ia menyoroti adanya perbedaan perlakuan antara penerbangan dalam negeri dan luar negeri, karena tiket internasional tidak dikenakan PPN.
Ia menyebut situasi itu sebagai anomali karena moda transportasi publik lain juga tidak dipungut PPN untuk layanan angkutan penumpang. “Transportasi publik lainnya tidak dipungut PPN. Bahkan kereta yang paling mewah, bus yang paling mewah pun yang harga tiketnya mendekati harga tiket pesawat kelas ekonomi LCC itu juga tidak dipungut PPN,” ujarnya.
Akses yang lebih terjangkau
Dari sisi kebijakan, pembebasan PPN dipandang dapat membantu menekan harga tiket dan memperluas akses transportasi udara bagi masyarakat yang sensitif terhadap biaya perjalanan. Langkah ini juga dinilai sejalan dengan kebutuhan Indonesia yang memiliki sebaran wilayah luas dan bergantung pada konektivitas antarpulau.
Jika kebijakan tersebut diterapkan, pasar penerbangan domestik berpeluang menjadi lebih aktif. Pada saat yang sama, aktivitas bisnis lokal, pergerakan wisatawan, dan pemerataan kegiatan ekonomi di luar pusat-pusat pertumbuhan utama bisa ikut terdorong.
