Hibah Modal dan Pelatihan Jadi Senjata Baru Wirausaha Disabilitas Biar Bisnis Lebih Tangguh

Author: Cung Media

Pelaku usaha penyandang disabilitas mendapat dorongan baru untuk memperkuat bisnis mereka lewat kombinasi pelatihan, pendampingan, dan hibah modal usaha. Program ini dirancang agar wirausaha disabilitas tidak hanya punya akses belajar, tetapi juga lebih siap menjalankan usaha secara berkelanjutan.

Inisiatif tersebut hadir melalui MPM BISA atau Bisnis Inklusif Siap Aksi dari PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Program ini menjadi bagian dari pengembangan Life Skill Training Center (LSTC), program tanggung jawab sosial perusahaan yang sudah berjalan sejak 2015.

Bekal untuk menghadapi bisnis yang makin digital

MPM BISA menempatkan literasi keuangan, pengelolaan risiko usaha dan finansial, keamanan digital, hingga penguatan kepercayaan diri sebagai materi utama. Seluruh bekal itu disusun untuk membantu peserta memahami sisi penting bisnis yang sering menentukan daya tahan usaha kecil.

Program ini juga menekankan pendampingan agar materi pelatihan tidak berhenti di ruang kelas. Peserta diarahkan untuk menerapkan pengetahuan itu dalam aktivitas usaha sehari-hari, termasuk saat berhadapan dengan perubahan perilaku ekonomi dan teknologi digital.

Menurut GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, program ini lebih dari sekadar pelatihan. Dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026, ia menyebut MPM BISA sebagai ruang kolaborasi yang inklusif untuk membantu penyandang disabilitas tumbuh dan berkembang.

“Kami ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas teman-teman penyandang disabilitas pelaku UMKM,” ujar Natalia.

30 wirausaha netra dan daksa ikut program perdana

Pelaksanaan perdana program untuk penyandang disabilitas menggandeng Mien R. Uno Foundation sebagai mitra pelaksana. Sebanyak 30 wirausaha penyandang disabilitas dari kelompok teman netra dan teman daksa ikut dalam program ini.

Para peserta dipilih melalui seleksi administrasi dan wawancara. Proses tersebut mempertimbangkan kebutuhan, potensi usaha, serta motivasi mereka untuk mengembangkan bisnis.

Berjalan tiga bulan dengan tahapan lengkap

MPM BISA berlangsung selama tiga bulan, dengan rangkaian kegiatan mulai dari rekrutmen peserta pada Mei dan berakhir pada Juli 2026. Tahapannya mencakup pelatihan, pengayaan materi, mentoring, penjurian, pemberian hibah, hingga pelaporan hasil program.

Salah satu sesi tatap muka digelar pada 9–10 Juni 2026. Dalam sesi itu, peserta mendapat materi literasi keuangan, manajemen risiko finansial, keamanan digital, etika digital, dan etika bisnis.

Tahap Program Isi Kegiatan
Rekrutmen Seleksi peserta pada Mei
Pelaksanaan Pelatihan, pengayaan materi, mentoring, dan penjurian
Puncak Dukungan Pemberian hibah modal usaha
Penutup Pelaporan hasil program pada Juli 2026

Materi itu diarahkan agar peserta lebih siap mengelola keuangan usaha dan mengenali risiko yang bisa muncul dalam aktivitas bisnis. Di saat yang sama, program ini juga mendorong peserta memanfaatkan peluang di tengah perubahan perilaku ekonomi dan teknologi digital.

Karyawan ikut turun sebagai fasilitator

Dalam program ini, karyawan MPMX ikut menjadi relawan fasilitator dan trainer. Mereka mendampingi peserta selama pelatihan sekaligus berbagi pengalaman yang relevan dengan kebutuhan para pelaku usaha.

Keterlibatan karyawan memberi ruang belajar bagi kedua pihak. Perusahaan menilai interaksi itu memperlihatkan ketangguhan, kreativitas, dan semangat kewirausahaan yang dimiliki para penyandang disabilitas.

Tiga peserta terbaik akan menerima hibah modal usaha

Untuk memperkuat dampak program, MPMX menyiapkan hibah modal usaha bagi tiga peserta terbaik. Penerimanya akan ditentukan berdasarkan komitmen, konsistensi, dan kemampuan menerapkan materi pelatihan ke dalam rencana bisnis yang konkret.

Dukungan modal ini diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Melalui kombinasi pelatihan, pendampingan, dan hibah usaha, MPM BISA juga diarahkan untuk memperkuat peran LSTC sebagai inisiatif sosial perusahaan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong ekosistem ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia.

Source: www.medcom.id
Terbaru