Polisi Telusuri Alat Aneh di Telinga Peserta UTBK Undip, Dugaan Penipuan di Balik Janji Lolos Ujian

Author: Cung Media

Polisi masih menelusuri dugaan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK-SNBT di Universitas Diponegoro, Semarang, setelah seorang peserta perempuan berinisial M kedapatan membawa alat mencurigakan di telinganya. Temuan itu memunculkan dugaan adanya praktik perjokian atau bantuan ilegal, tetapi perkembangan awal justru mengarah pada kemungkinan bahwa peserta menjadi korban penipuan.

Pemeriksaan dilakukan sebelum peserta masuk ruang ujian, dan petugas menemukan perangkat kecil yang terpasang di bagian telinga. Karena bentuknya tidak lazim, kasus ini langsung menjadi perhatian panitia dan aparat yang bertugas mengawal jalannya seleksi.

Pemeriksaan diperketat di lokasi ujian

Setelah temuan itu mencuat, pengawasan terhadap peserta UTBK-SNBT di Undip diperketat. Pemeriksaan sebelum masuk ruang ujian kini dilakukan lebih ketat, termasuk menggunakan detektor untuk meminimalkan peluang pelanggaran sejak awal.

Kepala Polsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, menegaskan bahwa polisi tidak melanjutkan proses hukum terhadap M. Menurut dia, penanganan saat ini lebih difokuskan pada pendalaman asal-usul alat yang ditemukan di lapangan.

“Tidak melanjutkan proses hukum kepada M dan hanya memberikan pembinaan atas pelanggaran yang dilakukan. Kami juga masih melakukan pendalaman terkait kejanggalan alat yang ditemukan di lapangan,” ujar Kristiyastuti, Kamis (23/4).

Dugaan korban penipuan mulai menguat

Keterangan awal dari peserta menunjukkan alat itu diduga diberikan oleh seseorang yang tidak dikenal. Sosok tersebut disebut menemui M di hotel tempatnya menginap sebelum ujian, lalu menjanjikan kelulusan UTBK-SNBT.

Kristiyastuti menjelaskan, orang itu datang dengan wajah tertutup dan menyerahkan alat kecil yang kemudian dipasang di telinga peserta. Informasi ini membuat polisi menduga ada unsur penipuan yang menyasar peserta ujian dengan iming-iming hasil yang tidak wajar.

Penyidik juga meragukan fungsi alat tersebut sebagai perangkat komunikasi. Alat itu disebut tidak menyerupai handfree pada umumnya karena hanya memiliki kabel mikrofon tanpa speaker, sehingga perlu pendalaman lebih lanjut untuk memastikan peruntukannya.

Pelaksanaan ujian di Undip disebut tetap lancar

Di tengah sorotan kasus ini, pihak kampus menyebut pelaksanaan UTBK-SNBT di Undip tetap berjalan lancar. Wakil Rektor I Undip, Heru Susanto, mengatakan tahun ini ada 23.933 peserta yang mengikuti ujian di 68 ruang dengan pengawasan ketat.

Heru menjelaskan, kampus telah mengambil sejumlah langkah antisipasi untuk menutup celah pelanggaran. Upaya itu meliputi pemeriksaan sebelum peserta memasuki ruang ujian, pembaruan sistem, dan penyesuaian metode skrining.

“Dengan perbaikan dari pusat dan pelaksanaan di Undip, ditambah instrumen seperti skrining sebelum masuk, diharapkan hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari,” ujar Heru.

Pengawasan diperkuat untuk cegah praktik curang

Kasus alat aneh di telinga peserta UTBK ini memperlihatkan bahwa celah kecurangan masih bisa muncul dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Karena itu, aparat dan panitia ujian terus memperkuat pengawasan agar peserta tidak menjadi sasaran pihak tak bertanggung jawab yang menawarkan jalan pintas menuju kelulusan.

Pendalaman kasus masih berjalan untuk memastikan siapa pemberi alat tersebut dan bagaimana pola dugaan penipuan itu dijalankan. Hingga kini, fokus penyelidikan diarahkan pada asal perangkat, hubungan pemberi alat dengan peserta, dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat di balik temuan itu.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru