Malaysia Pernah Memohon Ekspor Kelapa RI Tak Dihentikan, Ketergantungan Hampir 89%

Author: Cung Media

Malaysia ternyata sangat bergantung pada pasokan kelapa dari Indonesia. Saat bahan baku menipis, delegasi negara tersebut pernah mendatangi Kementerian Pertanian untuk memohon agar ekspor kelapa tidak dihentikan.

Permintaan itu menunjukkan posisi Indonesia yang penting dalam rantai pasok industri kelapa Malaysia. Hampir 89% kebutuhan kelapa negara tersebut disebut dipenuhi dari Indonesia, sehingga gangguan pasokan dapat memicu kekhawatiran pada pelaku industrinya.

Indikator Nilai Keterangan
Ketergantungan Malaysia Hampir 89% Kebutuhan kelapa Malaysia dipenuhi dari Indonesia
Jangkauan pasar perusahaan pengolahan Hampir 80 negara Negara yang meminta atau mengimpor produk olahan kelapa
Potensi nilai tambah pengolahan Hampir 10 kali lipat Perbandingan nilai buah kelapa dengan produk olahan

Pasokan Indonesia Menjadi Penopang

Malaysia tidak meminta penghentian perdagangan dibatalkan tanpa pengaturan. Mereka meminta pemerintah Indonesia tetap menjaga arus ekspor, sembari menerapkan kebijakan yang dapat menjamin ketersediaan bahan baku kelapa.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Agus Rosyid Wasingun, mengungkapkan hal tersebut dalam Webinar Hilirisasi Kelapa Sinar Tani pada Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, tingkat ketergantungan Malaysia terhadap Kelapa Indonesia menjadi alasan utama munculnya kekhawatiran atas pasokan.

Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa permintaan luar negeri terhadap kelapa asal Indonesia masih besar. Peluang tersebut tidak hanya datang dari penjualan buah, tetapi juga dari produk yang telah melalui proses pengolahan.

Rosyid menyebut sejumlah negara yang sebelumnya belum mengimpor produk kelapa dari Indonesia mulai masuk sebagai pasar baru. Perkembangan itu menandakan pasar internasional semakin terbuka bagi industri pengolahan kelapa nasional.

Salah satu perusahaan pengolahan kelapa di Indonesia bahkan telah menerima permintaan atau mengekspor produknya ke hampir 80 negara. Informasi itu diperoleh Rosyid ketika mengunjungi perusahaan milik Rudy, Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia atau HIPKI.

“Jadi beberapa negara yang awalnya belum impor dari kita, itu sudah mulai impor,” ujar Rosyid. Ia juga menyatakan permintaan produk olahan kelapa datang kepada perusahaan tersebut maupun pelaku industri lainnya.

Hilirisasi Dinilai Menahan Nilai Tambah di Dalam Negeri

Pemerintah mendorong percepatan Hilirisasi Kelapa agar komoditas ini tidak terutama dikirim keluar negeri dalam bentuk buah bulat. Arah tersebut ditujukan untuk menjaga nilai tambah hasil perkebunan tetap berputar di dalam negeri.

Rosyid mengatakan arahan Presiden Prabowo Subianto menekankan peningkatan nilai tambah komoditas melalui pembangunan industri pengolahan di Indonesia. Pemerintah juga membuka kemungkinan mengundang investor pengolah untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Menurut penjelasannya, kelapa yang diolah menjadi beragam produk dapat menghasilkan nilai tambah hampir 10 kali lipat dibandingkan penjualan buah. Produk bernilai tambah itu kemudian berpotensi memperkuat Ekspor Kelapa Indonesia ke pasar global.

Tingginya kebutuhan Malaysia menjadi gambaran bahwa pasokan kelapa Indonesia memiliki posisi strategis di pasar regional. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembeli luar negeri, ketersediaan bahan baku, dan perluasan kapasitas pengolahan domestik.

Pengaturan ekspor menjadi penting agar peluang perdagangan tidak menghambat agenda pengolahan di dalam negeri. Dengan industri hilir yang lebih kuat, Indonesia dapat meningkatkan penjualan produk kelapa olahan tanpa hanya bergantung pada ekspor buah mentah.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru