PMA Jabar Serap 50 Ribu Pekerja, Bekasi dan Bogor Jadi Mesin Utama

Realisasi investasi di Jawa Barat pada triwulan I 2026 tidak hanya menambah arus modal, tetapi juga memperkuat penyerapan tenaga kerja. Dari total investasi yang masuk melalui PMA dan PMDN, lebih dari 114 ribu orang tercatat terserap bekerja, menunjukkan bahwa investasi di provinsi ini punya dampak langsung ke pasar kerja.

Sorotan terbesar datang dari penanaman modal asing. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Barat mencatat serapan tenaga kerja dari PMA mencapai 50.108 orang, naik 11.022 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik menilai tren itu memperlihatkan investasi yang masuk memberi efek nyata ke lapangan kerja. Ia menyebut investasi bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja baru.

Industri pengolahan masih mendominasi

Di sektor PMA, industri pengolahan tetap menjadi penopang utama serapan tenaga kerja. Sektor ini menyerap 34.556 orang atau sekitar 68,96 persen dari total tenaga kerja PMA di Jawa Barat.

Dedi mengatakan dominasi industri pengolahan tidak lepas dari sifatnya yang padat karya. Sektor ini juga dipandang sebagai tulang punggung industri di Jawa Barat.

Bekasi dan Bogor jadi penopang utama

Secara wilayah, Kabupaten Bekasi mencatat serapan tenaga kerja PMA terbesar. Daerah itu menyerap 13.179 orang atau 26,30 persen dari total tenaga kerja PMA.

Tingginya serapan di Bekasi didorong kawasan industri yang terintegrasi dan infrastruktur yang memadai. Kombinasi itu membuat wilayah tersebut tetap menjadi magnet bagi investasi berbasis produksi.

Untuk penanaman modal dalam negeri, Kabupaten Bogor menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Wilayah ini mencatat 9.630 orang atau 14,88 persen, didorong pertumbuhan kawasan industri baru dan sektor penunjang.

PMDN ikut menunjukkan penguatan

Dari sisi PMDN, tenaga kerja yang terserap mencapai 64.730 orang, naik 12.734 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Meski nilai realisasi investasi PMDN disebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, serapan tenaga kerjanya justru bergerak naik.

Dedi menyebut kondisi itu sebagai tanda investasi yang masuk semakin berkualitas. Menurut dia, investasi tersebut mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja meski nilainya tidak sebesar sebelumnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini terus mendorong investasi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja. Fokus utamanya adalah sektor-sektor produktif yang tidak hanya besar dari sisi nilai, tetapi juga memberi dampak luas bagi masyarakat.

Source: bandung.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button