Ramainya stadion, melonjaknya harga hotel, dan padatnya penerbangan sering dianggap sebagai tanda sukses ekonomi sebuah turnamen besar. Namun, Piala Dunia tidak otomatis membuat ekonomi nasional negara tuan rumah tumbuh tinggi dan bertahan lama.
Belanja penonton memang dapat menggerakkan kawasan sekitar pertandingan dalam waktu singkat. Akan tetapi, manfaat bersihnya dapat menyusut ketika wisatawan reguler memilih menjauhi kota tuan rumah atau ketika biaya publik membengkak.
Turis pertandingan tidak selalu menambah jumlah pengunjung
Kawasan New York dan New Jersey, yang menjadi lokasi pertandingan final, menghadapi risiko yang disebut ekonom sebagai substitution effect atau efek penggantian. Wisatawan yang datang untuk menyaksikan laga dapat menggantikan pelancong reguler yang biasanya berkunjung pada periode yang sama.
Harga penginapan yang lebih mahal, kemacetan, serta kawasan wisata yang terlalu padat dapat membuat wisatawan biasa menunda perjalanan. Dalam situasi itu, kota tetap terlihat ramai, tetapi tambahan belanja yang benar-benar baru belum tentu sebesar angka kunjungan yang tercatat.
Pengeluaran wisatawan juga bisa hanya bergeser dari waktu lain ke masa turnamen. Karena itu, tingkat hunian hotel dan antrean di restoran tidak cukup untuk menunjukkan besarnya kenaikan aktivitas ekonomi bersih.
Proyeksi besar harus dibaca dalam skala yang tepat
FIFA memperkirakan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dapat menghasilkan dampak ekonomi global hingga 41 miliar dollar AS. Turnamen dengan 48 peserta tersebut juga diproyeksikan menarik sekitar 13 juta pengunjung selama penyelenggaraan.
Arus belanja itu berpotensi masuk ke sektor pariwisata, penerbangan, transportasi, hotel, restoran, dan perdagangan ritel. Namun, transaksi besar di sektor tertentu belum tentu langsung memberi dorongan yang sebanding bagi produk domestik bruto di tiap negara penyelenggara.
Meksiko memperlihatkan bagaimana skala ekonomi nasional dapat membuat efek turnamen terlihat lebih terbatas. Sejumlah ekonom menilai perekonomian negara itu masih dibayangi investasi swasta yang lemah serta ketidakpastian terkait peninjauan ulang perjanjian perdagangan USMCA.
| Lembaga | Ukuran Dampak | Perkiraan |
|---|---|---|
| Banorte | Kontribusi terhadap PDB Meksiko | 0,4 persen hingga 0,5 persen |
| Banamex | Dampak ekonomi Piala Dunia | Sekitar 2 miliar dollar AS |
Perkiraan Banorte dan Banamex tersebut menunjukkan bahwa perputaran uang turnamen perlu dibandingkan dengan ukuran keseluruhan ekonomi Meksiko. Money.kompas.com yang mengutip Reuters melaporkan angka itu dipandang relatif kecil dalam konteks ekonomi negara tersebut.
Data konsumsi rumah tangga Meksiko pada Juni bahkan memperlihatkan pelemahan, termasuk di sektor hotel dan restoran. Kondisi itu menegaskan bahwa satu ajang olahraga besar tidak serta-merta menghapus persoalan ekonomi yang telah ada.
Keuntungan paling terasa di sekitar lokasi laga
Pelaku usaha yang dekat dengan stadion dan pusat kegiatan pertandingan berpeluang menerima lonjakan permintaan paling besar. Hotel, maskapai, restoran, layanan transportasi, serta perdagangan ritel dapat memperoleh tambahan pelanggan pada hari-hari laga.
Tingkat hunian hotel berpotensi naik ketika penonton membutuhkan tempat menginap di dekat arena pertandingan. Restoran dan transportasi lokal juga dapat menikmati peningkatan transaksi karena mobilitas penonton dan wisatawan bertambah.
Manfaat itu tidak terbagi rata ke semua wilayah maupun semua jenis usaha. Daerah di luar kota pertandingan, termasuk bisnis yang tidak terkait langsung dengan kebutuhan penonton, belum tentu memperoleh dampak ekonomi yang setara.
Biaya pemerintah ikut menentukan hasil akhir
Pemerintah tetap harus menanggung kebutuhan pengamanan, pengaturan lalu lintas, transportasi, kebersihan, dan operasional layanan publik selama turnamen. Pengeluaran tersebut perlu dihitung bersama tambahan konsumsi sebelum manfaat bagi ekonomi tuan rumah dinilai positif secara menyeluruh.
Turnamen dapat menjadi momentum bagi bisnis dan pariwisata, terutama jika mampu menarik aktivitas baru. Namun tanpa investasi baru, peningkatan produktivitas, dan kebijakan ekonomi yang tepat, dampaknya cenderung berhenti setelah pertandingan usai.
