Piala Dunia 2026 diproyeksikan mencatatkan rekor kehadiran sekitar 6,7 juta penonton, meski penyelenggaraannya diwarnai isu politik dan sejumlah keputusan yang menuai kritik. FIFA menjadikan angka tersebut sebagai bukti besarnya daya tarik turnamen yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara.
Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan menyebut ajang ini telah menyatukan dunia melalui sepak bola. Namun, narasi persatuan itu muncul ketika pembatasan perjalanan, polemik kartu merah, hingga isu kedaulatan Kepulauan Falkland ikut menjadi bagian dari perbincangan turnamen.
Rekor Penonton di Turnamen Terbesar
Piala Dunia 2026 digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dalam format baru yang melibatkan 48 tim nasional. Jumlah peserta tersebut membuat edisi ini menjadi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah.
FIFA menyatakan hampir seluruh dari 102 pertandingan yang telah dimainkan dipenuhi penonton. Data yang dikutip Kompas.com menyebut total kehadiran sepanjang turnamen diperkirakan mencapai sekitar 6,7 juta orang.
| Aspek | Data Piala Dunia 2026 |
|---|---|
| Jumlah peserta | 48 negara |
| Tuan rumah | Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko |
| Perkiraan total penonton | Sekitar 6,7 juta orang |
| Laga tersisa | Perebutan tempat ketiga dan final |
Catatan penonton itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa harga tiket tinggi dan isu imigrasi dapat memengaruhi minat publik datang ke stadion. Meski begitu, jumlah penonton tetap menjadi salah satu indikator utama yang ditekankan FIFA untuk mengukur keberhasilan turnamen.
Dua pertandingan terakhir adalah perebutan tempat ketiga antara Prancis dan Inggris serta final Argentina melawan Spanyol. Partai puncak dijadwalkan berlangsung di East Rutherford, New Jersey.
Pujian Infantino untuk Trump
Menjelang final, Infantino menghadiri resepsi bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Trump Tower, Manhattan. Trofi Piala Dunia turut dipajang dalam acara tersebut, sementara Trump direncanakan menyerahkan trofi emas kepada pemenang final.
Dalam kesempatan itu, Infantino menilai keberhasilan turnamen tidak hanya terletak pada pertandingan dan jumlah penonton. Ia menekankan peran sepak bola sebagai sarana yang mempertemukan masyarakat dari banyak negara.
“Impian Amerika, Tuan Presiden, telah menjadi kenyataan,” kata Infantino, seperti dilansir Yahoo Sports. “Kita telah menyatukan dunia.”
Infantino juga memuji dukungan Trump terhadap pelaksanaan turnamen di Amerika Utara. “Anda tidak membutuhkan orang untuk memuji Anda, Tuan Presiden, tetapi Piala Dunia ini tidak akan menjadi sukses luar biasa tanpa Anda,” ujarnya.
Trump menyebut Piala Dunia 2026 sebagai salah satu ajang olahraga terbesar dalam sejarah. Ia juga menyampaikan harapan agar tim terbaik memenangi final antara Argentina dan Spanyol.
Pesan Persatuan dari PBB
Sebelum menghadiri resepsi di Manhattan, Infantino berbicara di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam forum mengenai kesehatan mental remaja. Ia membawa salah satu bola resmi final dan kembali mengangkat tema persatuan melalui olahraga.
Menurut Infantino, dunia sering digambarkan penuh perpecahan dan agresivitas. Ia menilai Piala Dunia menunjukkan bahwa manusia memiliki lebih banyak hal yang menyatukan daripada memisahkan mereka.
“Sepak bola bukan hanya olahraga paling populer di dunia, tetapi sepak bola telah menjadi bahasa umum, bahasa universal yang digunakan semua orang karena semua orang ingin bersatu,” kata Infantino. Pernyataan itu sejalan dengan pesan FIFA yang menempatkan sepak bola sebagai ruang pertemuan lintas negara.
Isu Politik dan Keputusan yang Diperdebatkan
Di sisi lain, perjalanan Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya lepas dari kontroversi. Timnas Iran sempat mengeluhkan pembatasan perjalanan yang berkaitan dengan konflik negaranya dengan Amerika Serikat.
Infantino juga menerima kritik setelah mencabut hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan tersebut diambil setelah Trump menyatakan telah memberikan rekomendasi kepada FIFA.
“Gianni membuat satu lagi keputusan baiknya,” ujar Trump mengenai keputusan itu. Polemik lain muncul setelah pemerintah Inggris meminta FIFA menyelidiki Timnas Argentina terkait foto pemain dengan spanduk klaim kedaulatan Kepulauan Falkland usai semifinal melawan Inggris.
Rangkaian persoalan itu memperlihatkan bahwa Piala Dunia 2026 berjalan melampaui persaingan di lapangan. Saat Argentina dan Spanyol bersiap menentukan juara, FIFA tetap membawa klaim bahwa sepak bola dapat menjadi bahasa bersama bagi masyarakat dunia.
