
Pertamina kembali menatap Lapangan Minas sebagai sumber harapan baru untuk menjaga produksi minyak nasional. Lapangan tua ini masih menyimpan potensi cadangan sekitar 4 miliar barel, dan perusahaan menilai ruang tambah produksi masih terbuka jika teknologi yang tepat diterapkan.
Fokus itu muncul di tengah tantangan besar pada aset migas yang sudah matang. Kondisi lapangan tua membuat cara-cara konvensional tak lagi cukup, sehingga Pertamina mendorong pendekatan yang lebih canggih dan lebih terukur.
EOR jadi tumpuan utama
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan bahwa strategi utama yang dipakai adalah enhanced oil recovery atau EOR. Metode ini dipandang sebagai kunci untuk menggarap lapangan matang yang sulit dikembangkan dengan pendekatan lama.
Pertamina melihat EOR bukan sekadar opsi teknis, tetapi alat untuk mengangkat sisa minyak yang masih tertinggal di dalam reservoir. Di Minas, pendekatan itu dianggap penting karena potensi cadangan yang tersisa masih sangat besar.
Modal dari proyek yang sudah berhasil
Langkah Pertamina tidak dimulai dari titik nol. Oki menyebut perusahaan sudah lebih dulu memperoleh hasil positif dari penerapan Chemical EOR di lapangan matang lain.
Keberhasilan itu menjadi modal penting saat Pertamina menyiapkan pengembangan di Minas. Pengalaman tersebut memberi keyakinan bahwa teknologi yang tepat bisa membuka ruang produksi tambahan di lapangan tua.
Lapangan tua masih punya peluang
Oki menekankan bahwa tantangan industri minyak saat ini tidak sama dengan masa lalu. Ia menyebut era energi yang mudah telah berakhir, sehingga pengelolaan lapangan tua membutuhkan pendekatan yang lebih strategis.
Di saat yang sama, kondisi itu juga menciptakan peluang baru. Pertamina menilai teknologi dan kemitraan bisa menjaga produktivitas aset migas yang sudah matang agar tetap memberi kontribusi.
Kemitraan masuk dalam rencana
Untuk mempercepat pengembangan di Minas, Pertamina berencana membuka ruang kerja sama dengan sejumlah mitra strategis. Langkah ini dinilai penting agar optimalisasi lapangan bisa berjalan lebih efektif dan mendukung penerapan teknologi di lapangan.
Kerja sama juga dipandang sebagai cara untuk memperkuat eksekusi di aset tua yang butuh kombinasi pengalaman, teknologi, dan dukungan operasional. Dengan pendekatan itu, Pertamina ingin memaksimalkan potensi minyak yang masih tersimpan di dalam tanah.
Minas jadi pekerjaan rumah besar
Oki menyampaikan pandangan itu dalam IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dalam forum tersebut, Minas ditempatkan sebagai salah satu pekerjaan rumah besar yang sedang dikerjakan perusahaan.
Targetnya jelas, yaitu mengoptimalkan kembali lapangan yang sudah matang agar tetap mendukung pasokan minyak nasional. Dengan cadangan yang masih tersisa sekitar 4 miliar barel, Minas kini kembali dipandang sebagai aset strategis yang belum habis perannya.





