Pertagas Ambil Alih Cisem II, Jalur 242 Km Ini Ubah Peta Pasokan Gas Jawa

PT Pertamina Gas atau Pertagas bersiap mengambil alih pengoperasian Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II). Jalur sepanjang sekitar 242 kilometer ini diposisikan sebagai tulang punggung baru untuk memperkuat distribusi energi di Pulau Jawa.

Penunjukan Pertagas datang setelah perusahaan memenangkan tender mitra dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui LEMIGAS. Langkah ini juga melanjutkan pengelolaan rantai proyek Cirebon-Semarang, setelah ruas Semarang-Batang atau Cisem I lebih dulu beroperasi di bawah operator yang sama.

Modal pengalaman dari Cisem I

Direktur Utama Pertagas, Indra P Sembiring, menegaskan kesiapan perusahaan bertumpu pada pengalaman mengelola Cisem I sejak 2023. Menurut dia, pengalaman itu memberi bekal teknis dan operasional untuk mengelola jaringan pipa yang dirancang menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor pengguna nasional.

Indra juga menilai ketersediaan infrastruktur gas yang terintegrasi dan andal menjadi kunci percepatan transisi energi nasional. Ia melihat penyaluran energi lewat pipa sebagai solusi untuk kebutuhan industri yang membutuhkan sumber energi lebih ramah lingkungan.

Penghubung penting di jaringan Jawa

Pertagas menyebut Cisem II menjadi penghubung penting karena terintegrasi dengan infrastruktur yang sudah ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Integrasi ini diharapkan memperkuat keandalan penyaluran energi di Pulau Jawa sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor hulu migas.

Indra bahkan menyebut Cisem II sebagai game changer karena tersambung dengan infrastruktur eksisting perusahaan di tiga provinsi tersebut. Konektivitas itu dinilai penting untuk meningkatkan daya dukung jaringan energi di wilayah dengan kebutuhan industri yang besar.

Sistem yang lebih terhubung dan fleksibel

Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, menjelaskan bahwa jaringan Cisem II sudah terhubung dengan ruas Cisem I di Kawasan Industri Batang. Jalur ini juga tersambung dengan Stasiun Kandang Haur Timur di Jawa Barat yang dikelola Pertagas.

Menurut Agung, integrasi tersebut membentuk sistem jaringan pipa yang lebih terhubung. Kondisi ini memberi fleksibilitas operasional sekaligus meningkatkan keandalan infrastruktur gas bumi yang dioperasikan perusahaan.

Fokus pasokan untuk sektor strategis

Sinergi dengan infrastruktur transmisi gas nasional di lingkungan Subholding Gas diarahkan untuk menjaga pasokan energi bagi sektor strategis. Kebutuhan energi untuk kilang, industri pupuk, dan pembangkit listrik menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan jaringan transmisi gas tersebut.

Di luar sektor industri, fasilitas ini juga diproyeksikan mendukung program pemerintah untuk memperluas akses gas bagi rumah tangga dan UMKM di sekitar jalur pipa. Arah kebijakan itu ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat di sepanjang jalur pipa.

Cisem II menambah lapisan penting dalam peta energi Pulau Jawa karena menghubungkan lebih banyak simpul infrastruktur gas yang sudah ada. Dengan jalur transmisi yang saling terintegrasi, Pertagas menempatkan pipa ini bukan hanya sebagai proyek transportasi energi, tetapi juga sebagai jaringan yang menopang kebutuhan industri dan layanan publik di wilayah yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.

Baca Juga

Back to top button