Persik Kediri memulai laga dengan sangat efisien dan hampir membuat duel melawan Arema FC berakhir lebih cepat daripada yang diperkirakan. Macan Putih menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0 sebelum akhirnya menang tipis 3-2 dalam lanjutan Super League di Stadion Gelora Joko Samudra, Gresik, Jawa Timur.
Kemenangan ini terasa penting karena Persik sempat unggul jauh, lalu tetap mampu bertahan saat Arema bangkit di menit-menit akhir. Tiga poin tersebut membuat tim asal Kediri naik ke posisi ke-12 klasemen sementara dengan koleksi 36 poin, sedangkan Arema tertahan di peringkat ke-11 dengan 39 poin.
Persik langsung tancap gas
Persik membuka keunggulan cepat pada menit kedelapan melalui Ernesto Gomez. Ia memanfaatkan umpan tarik Telmo Castanheira untuk membawa Macan Putih memimpin lebih dulu.
Tekanan tim tamu tidak berhenti di situ dan Arema kesulitan keluar dari tekanan awal. Pada menit ke-27, Castanheira ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambar umpan Krisna Bayu Otto dengan tendangan keras.
Gol ketiga Persik lahir menjelang jeda melalui Gomez lagi. Penyerang tersebut mencetak gol kedua pada menit ke-42 lewat aksi solo run yang tidak mampu dibendung barisan pertahanan Arema.
Arema terlambat bangkit
Tertinggal tiga gol membuat Arema mengubah pendekatan pada babak kedua. Singo Edan menaikkan intensitas serangan untuk mencari celah dan memperkecil ketertinggalan.
Upaya itu baru membuahkan hasil pada menit ke-86 lewat Alberto. Ia mencetak gol pertama Arema setelah menerima operan dari Salim Tuharea di sisi kanan.
Drama terjadi lagi menjelang pertandingan usai ketika Wallison Maia menambah gol kedua Arema. Sundulannya sempat ditinjau melalui VAR karena ada indikasi offside sebelum akhirnya disahkan wasit.
Persik menjaga keunggulan sampai akhir
Meski tekanan Arema meningkat di pengujung laga, Persik tetap mampu mempertahankan skor 3-2 hingga peluit akhir. Efektivitas di babak pertama menjadi pembeda utama, karena Persik sudah membangun jarak aman sebelum lawan menemukan ritme permainan.
Bagi Arema, kebangkitan datang terlalu terlambat untuk mengubah hasil. Mereka gagal menyamakan kedudukan di Gresik meski sempat membuat laga kembali hidup dalam beberapa menit terakhir.
Hasil ini memperlihatkan bagaimana Persik memaksimalkan peluang dengan cepat dan disiplin menjaga keunggulan ketika lawan mulai menekan. Di sisi lain, Arema harus membayar mahal start lambat yang membuat mereka tertinggal jauh sebelum jeda pertandingan.
