Perhatian pada tanda penuaan kulit kerap hanya tertuju pada wajah, meski tangan, dada, kaki, perut, hingga paha juga mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Kulit tubuh dapat menjadi lebih kering, kendur, menipis, berkerut, dan memiliki warna yang tidak merata tanpa disadari.
Perawatan tubuh tidak harus rumit atau terdiri dari banyak produk. Dasarnya cukup dimulai dari pembersihan lembut, penggunaan pelembap setiap hari, serta tabir surya pada area yang terbuka.
Area Terbuka Lebih Cepat Menunjukkan Perubahan
Tangan dan dada termasuk bagian tubuh yang mudah memperlihatkan tanda penuaan lebih awal karena sering terkena sinar matahari. Area dada juga dapat dirawat seperti wajah dengan memperluas pemakaian produk hingga ke leher dan dada.
Dr. Coni Liu dari Dermally Specialist Skin Clinic & Surgery menjelaskan kulit tubuh umumnya lebih tebal dan lebih tahan dibandingkan kulit wajah. Namun, kulit tubuh memiliki lebih sedikit kelenjar minyak sehingga tetap dapat mengalami kekeringan.
Menurut Dr. Lynn Chiam dari Children & Adult Skin Hair Laser Clinic, penuaan biologis terjadi di seluruh tubuh. Tanda yang muncul dapat berupa berkurangnya kekencangan, kulit tipis seperti kertas, kekeringan menetap, pigmentasi tidak merata, dan kulit yang lebih mudah memar.
Lengan atas, paha, perut, bokong, dada, tangan, serta kaki perlu mendapat perhatian sesuai kebutuhannya. Meski banyak bagian tertutup pakaian, gesekan, sabun, air, dan paparan ultraviolet tetap dapat memengaruhi kondisi kulit.
Tiga Kebiasaan Sederhana untuk Kulit Tubuh
Langkah pertama adalah memilih pembersih dan cara mandi yang tidak membuat kulit terasa makin kering. Penggunaan air yang terlalu panas juga sebaiknya dihindari, terutama ketika kulit mulai terasa lebih sensitif.
Langkah berikutnya adalah memakai pelembap tubuh secara rutin untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit. Krim tangan dapat dioleskan kembali setelah mencuci tangan karena area ini berulang kali terpapar sabun dan air.
Perlindungan dari matahari juga tidak berhenti di wajah. Tabir surya perlu digunakan pada tangan, dada, dan bagian terbuka lain sebagai perawatan jangka panjang terhadap paparan ultraviolet.
Sarung tangan dapat dipakai saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga untuk membantu mengurangi risiko tangan menjadi kering. Untuk kaki, pembersihan lembut dan pengeringan menyeluruh di sela jari penting dilakukan setelah mandi.
Tumit kasar atau pecah-pecah dapat ditangani dengan krim kaki yang lebih kaya. Kandungan urea dapat dipertimbangkan karena membantu menghidrasi sekaligus menghaluskan permukaan kulit yang kasar.
Fokus Perawatan Berubah Seiring Usia
Kebutuhan kulit tubuh dapat berubah ketika produksi kolagen melambat dan elastisitas berkurang. Karena itu, pilihan bahan maupun kebiasaan perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit pada tiap tahap usia.
| Usia | Fokus Perawatan | Bahan atau Kebiasaan |
|---|---|---|
| 20-an | Pencegahan dan menjaga kelembapan | Tabir surya pada area terbuka, menghindari paparan ultraviolet berlebihan |
| 30-an | Menjaga tekstur saat produksi kolagen melambat | Pelembap dengan ceramide dan retinoid |
| 40-an | Mengatasi kekeringan dan penurunan elastisitas | Retinoid, niacinamide, dan lactic acid |
| 50 tahun ke atas | Memperkuat skin barrier dan kelembapan | Air tidak terlalu panas, pembersih tanpa pewangi, krim atau salep kaya |
Pada usia 20-an, fokus utamanya adalah pencegahan melalui perlindungan dari matahari dan kebiasaan menjaga kelembapan. Perawatan sejak tahap ini dapat dimulai dari langkah dasar tanpa menunggu tanda penuaan menjadi lebih terlihat.
Memasuki usia 30-an, pelembap dengan ceramide dapat dipertimbangkan saat produksi kolagen mulai melambat. Produk berbahan retinoid juga disebut dapat membantu menjaga tekstur dan kelembapan kulit.
Di usia 40-an, kulit cenderung lebih kering dan kehilangan elastisitas sehingga retinoid, niacinamide, serta lactic acid dapat menjadi pilihan. Bahan-bahan tersebut dapat membantu memperbaiki tekstur serta warna kulit dan mendukung regenerasi kulit.
Pada usia 50 tahun ke atas, perhatian utama beralih pada kelembapan dan penguatan skin barrier. Pembersih tanpa pewangi, air mandi yang tidak terlalu panas, serta krim atau salep yang lebih kaya dapat membantu menjaga kenyamanan kulit.
Perubahan pada kulit tubuh berlangsung bertahap dan mudah luput karena tidak selalu terlihat seperti perubahan pada wajah. Perawatan konsisten pada area terbuka serta penyesuaian pelembap dengan kebutuhan kulit dapat menjadi dasar yang sederhana.
