Mandiri dan BNI Lepas Manajer Investasi, Danantara Mulai Satukan Aset

Author: Cung Media

Bank Mandiri dan BNI kini tidak lagi memasukkan perusahaan manajemen investasi mereka ke dalam kelompok usaha masing-masing. Kepemilikan atas PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT BNI Asset Management telah dialihkan kepada PT Danantara Asset Management (DAM).

Pengalihan ini membuka jalan bagi konsolidasi perusahaan manajemen aset di bawah ekosistem DAM. Kedua bank menilai transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha perseroan.

Konsolidasi Manajer Investasi di Bawah DAM

Penyelesaian transaksi pengalihan saham ditandai dengan penandatanganan akta jual beli saham pada 22 Juli 2026. Sebelumnya, Bank Mandiri dan BNI telah menyampaikan informasi terkait transaksi tersebut melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia.

Struktur pengalihan saham dari masing-masing bank berbeda, tetapi hasil akhirnya sama, yakni DAM menjadi pemilik perusahaan manajemen investasi tersebut. Rincian saham yang berpindah dapat dilihat dalam tabel berikut.

Perusahaan Pemegang Saham Sebelumnya Saham Dialihkan Pembeli
PT Mandiri Manajemen Investasi PT Mandiri Sekuritas dan Mandiri MCO 1.500 saham PT Danantara Asset Management
PT BNI Asset Management PT BNI Sekuritas 39.960.000 saham PT Danantara Asset Management

Seluruh Saham Mandiri Manajemen Investasi Berpindah

Pada transaksi PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Mandiri Sekuritas mengalihkan 1.499 saham kepada DAM. Satu saham lainnya dilepas oleh Koperasi Simpan Pinjam Pegawai PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Mandiri MCO.

Dengan pengalihan tersebut, seluruh 1.500 saham PT Mandiri Manajemen Investasi telah berpindah ke DAM. PT Mandiri Sekuritas pun tidak lagi memiliki kepemilikan pada perusahaan tersebut.

Bank Mandiri menyatakan transaksi ini mendukung inisiatif DAM sebagai pemegang saham Seri B terbesar perseroan. Inisiatif itu berkaitan dengan rencana penggabungan perusahaan-perusahaan manajemen aset dalam ekosistem anak usaha DAM.

Menurut Bank Mandiri, konsolidasi tersebut berpotensi memperluas sinergi bisnis dan melengkapi kapabilitas yang tersedia. Perseroan juga mengharapkan langkah itu dapat memberi manfaat yang lebih luas dan optimal bagi masyarakat.

BNI Sekuritas Menjual Seluruh Kepemilikan

Di sisi BNI, PT BNI Sekuritas menjual seluruh 39.960.000 saham yang dimilikinya pada PT BNI Asset Management kepada DAM. Proses ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang ditandatangani kedua pihak pada 1 April 2026.

BNI telah mengumumkan penandatanganan perjanjian bersyarat itu melalui keterbukaan informasi pada 2 April 2026. Penyelesaian transaksi baru dapat dilakukan setelah seluruh persyaratan pendahuluan, termasuk persetujuan sesuai ketentuan perundang-undangan, terpenuhi.

Setelah transaksi rampung, BNI tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan BNI AM melalui PT BNI Sekuritas. BNI AM juga tidak lagi berstatus sebagai bagian dari Grup Perseroan BNI.

Tidak Ada Dampak Material bagi Kedua Bank

Bank Mandiri menyatakan MMI tidak lagi dikonsolidasikan dalam laporan keuangan perseroan melalui laporan keuangan konsolidasi Mandiri Sekuritas. Meski demikian, perubahan kepemilikan itu disebut tidak berdampak negatif secara material terhadap kondisi hukum dan keuangan Bank Mandiri.

BNI menyampaikan penjualan seluruh saham BNI AM juga tidak memberikan dampak negatif material terhadap operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan usaha perseroan. Rangkaian transaksi Bank Mandiri dilaporkan kepada publik sesuai Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Source: money.kompas.com
Terbaru