Perang Iran Menguras Stok Senjata AS, NATO Khawatir Pertahanan Eropa Ikut Terganggu

Author: Cung Media

Perang di Iran kini memunculkan kekhawatiran baru di markas NATO: stok senjata canggih Barat bisa terkuras lebih cepat daripada kemampuan industri pertahanan mengisinya kembali. Bagi aliansi, persoalan ini bukan lagi sekadar konflik Timur Tengah, tetapi juga ujian langsung bagi kesiapan pertahanan Eropa di tengah ancaman Rusia yang masih tinggi.

Sorotan terbesar jatuh pada persediaan Amerika Serikat, terutama sistem pertahanan udara dan rudal Patriot yang mahal serta banyak dipakai dalam konflik. NATO menilai laju konsumsi amunisi dalam perang skala besar bergerak lebih cepat daripada kapasitas produksi ulang industri pertahanan Barat.

Dalam pertemuan para kepala militer 32 negara anggota NATO di Brussels, para pejabat membahas dampak penurunan persediaan senjata dan percepatan produksi. Mereka juga menyoroti risiko bila konflik besar pecah bersamaan di lebih dari satu kawasan.

Data Pentagon per 12 Mei memperkuat kekhawatiran itu. Perang melawan Iran disebut telah menghabiskan lebih dari 29 miliar dolar AS untuk kebutuhan militer Amerika Serikat.

Seorang sumber militer senior NATO kepada Euronews mengatakan aliansi sudah lama mendorong peningkatan produksi militer. Namun perang Iran membuat desakan itu jauh lebih mendesak karena kebutuhan sumber daya dan amunisi meningkat cepat.

“Kita membutuhkan banyak sumber daya dan amunisi serta kemampuan untuk meningkatkan produksi dengan cepat. Kita tidak memilikinya, dan kita membutuhkannya dengan sangat cepat,” ujarnya.

Perencanaan pertahanan Eropa ikut bergeser

NATO membaca perang Iran bukan hanya sebagai masalah regional. Aliansi itu juga melihatnya sebagai peringatan bahwa konflik simultan bisa terjadi dan cadangan senjata harus disiapkan untuk beberapa medan sekaligus.

Pertemuan di markas NATO tersebut dipimpin Panglima Tertinggi Sekutu Eropa, Jenderal Alexus G Grynkewich, dan dihadiri Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Mereka mengevaluasi dampak penurunan stok persenjataan terhadap daya tangkal aliansi di Eropa.

Sumber NATO itu menyebut perang di Iran menunjukkan kebutuhan untuk bersiap menghadapi lebih dari satu krisis dalam waktu bersamaan. “Memang, ini tentang Iran, tetapi sebenarnya ini juga merupakan kesadaran bahwa kita perlu bersiap menghadapi konflik simultan,” katanya kepada Euronews.

Kekhawatiran juga menjalar ke bantuan militer bagi Ukraina. Sejumlah negara Eropa cemas sistem senjata buatan AS yang dibeli untuk mendukung Kyiv bisa terlambat dikirim, atau bahkan batal dikirim, karena prioritas kebutuhan militer Washington sendiri.

Situasi itu membuat Eropa menilai ulang ketergantungan pada pasokan senjata dari Amerika Serikat. Dalam forum NATO, para pejabat membahas bagaimana penurunan stok dan tekanan produksi bisa mengganggu dukungan yang selama ini penting bagi Ukraina.

Dampak ke postur NATO di timur Eropa

Keputusan Washington membatalkan pengiriman brigade berisi lebih dari 4.000 tentara ke Polandia juga ikut menjadi perhatian. Langkah mendadak itu dinilai dapat memengaruhi postur pertahanan NATO di Eropa Timur.

Di saat yang sama, ketegangan di kawasan lain menambah rasa waswas. Penutupan Selat Hormuz mengganggu rantai pasok global minyak, gas, dan komoditas strategis lainnya, dan NATO melihatnya sebagai contoh nyata bagaimana krisis di Timur Tengah bisa cepat merembet ke stabilitas ekonomi dan keamanan kawasan lain.

Finlandia juga sempat mengeluarkan peringatan serangan udara pada 15 Mei setelah militer mendeteksi drone memasuki wilayah udaranya. Bandara Helsinki kemudian ditutup sementara dan menyebabkan pembatalan serta pengalihan sejumlah penerbangan.

Perkembangan itu memperkuat pandangan di dalam NATO bahwa kesiapan industri pertahanan harus ditingkatkan lebih awal. Aliansi menilai ketahanan suplai senjata sama pentingnya dengan kekuatan pasukan di garis depan.

Diplomasi belum memberi jalan keluar

Di jalur diplomatik, upaya menghentikan perang Iran belum menghasilkan terobosan. Donald Trump memperingatkan Teheran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran melalui akun Truth Social miliknya.

“Mereka sebaiknya segera bergerak cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Waktu sangat penting!” tulis Trump. Sehari kemudian, ia menunda rencana serangan setelah menerima permohonan dari sejumlah negara Teluk yang menyebut negosiasi serius masih berlangsung.

Trump juga menyebut peluang kesepakatan masih terbuka selama Iran tidak memiliki senjata nuklir. “Aspek terpenting dari kesepakatan ini adalah tidak akan ada senjata nuklir untuk Iran!” ujarnya.

Di tengah tekanan militer dan diplomatik itu, NATO terus menimbang bagaimana perang di Iran dapat mengubah keseimbangan persenjataan Barat, memengaruhi suplai untuk Ukraina, dan memaksa aliansi mempercepat produksi sebelum kebutuhan di lapangan melampaui kapasitas industri pertahanan yang tersedia.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru