Penderita Diabetes Tak Harus Menjauhi Roti, Label dan Porsi Menjadi Kuncinya

Author: Cung Media

Roti tidak selalu harus dicoret dari menu penderita diabetes. Pilihan jenis roti, jumlah yang dimakan, serta pasangan makanannya dapat menentukan apakah makanan ini masih sesuai dengan pengaturan asupan harian.

Anggapan bahwa penderita diabetes wajib menghindari roti sepenuhnya tidak selalu tepat. Yang lebih penting adalah menghitung kandungan karbohidrat dan menyesuaikannya dengan kebutuhan setiap orang.

Menurut keterangan yang dikutip EatingWell, tidak ada satu batas porsi roti yang berlaku sama untuk semua penderita diabetes. Kitty Broihier, M.S., RD, LD, menyebut roti masih dapat dikonsumsi selama masuk dalam perhitungan karbohidrat harian.

Kebutuhan tersebut dapat berbeda-beda, termasuk dalam pengelolaan gula darah masing-masing individu. Karena itu, penentuan porsi sebaiknya dibicarakan bersama ahli gizi agar lebih terarah.

Jangan Hanya Melihat Nama Produk

Label “gandum” pada kemasan belum cukup untuk menentukan pilihan. Informasi yang perlu diperhatikan justru ada pada label gizi, terutama jumlah serat, karbohidrat, dan kalori dalam setiap lembar roti.

Susan Weiner, RD, CDCES, yang dikutip Everyday Health, menilai informasi nilai gizi pada roti kemasan kerap terlewat diperiksa. Padahal, kandungan di dalamnya dapat memengaruhi lonjakan gula darah tanpa disadari.

Roti gandum utuh menjadi pilihan yang lebih disarankan bagi penderita diabetes. Broihier menyarankan roti dengan kandungan serat setidaknya 3 gram karena serat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat.

Yang Dicek pada Roti Patokan per Lembar Tujuan
Serat Setidaknya 3 gram Membantu memperlambat penyerapan karbohidrat
Karbohidrat Tidak lebih dari 15 gram Lebih mudah disesuaikan dengan batas asupan harian
Kalori Tidak lebih dari 100 kalori Membantu menjaga porsi makan

Patokan tersebut dapat membantu saat memilih roti di rak belanja, tetapi bukan pengganti pengaturan makan yang bersifat personal. Jumlah karbohidrat tetap perlu dihitung bersama makanan lain yang dikonsumsi dalam satu waktu makan.

Isi Sandwich Bisa Membuat Perbedaan

Respons gula darah tidak hanya dipengaruhi oleh roti, melainkan juga oleh isi sandwich. Menambahkan protein atau lemak sehat dapat membantu mengatur respons glikemik setelah makan.

Beberapa pilihan pendamping yang disebutkan meliputi alpukat, salmon, dada ayam, hummus, keju, selai kacang, dan telur. Bahan-bahan tersebut membuat roti tidak dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat tunggal.

Kombinasi itu juga dapat membuat sajian terasa lebih seimbang tanpa harus menambah lembar roti. Pemilihan isi sandwich tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan makan dan perhitungan harian penderita diabetes.

Satu Lembar Bisa Menjadi Pilihan

Roti dengan kandungan karbohidrat atau kalori yang lebih tinggi tidak selalu harus dihindari total. Weiner menyarankan penggunaan satu lembar roti saja apabila angkanya melebihi patokan yang diinginkan.

Lembar kedua dapat diganti dengan daun selada atau sayuran lain agar bentuk sandwich tetap tersusun. Cara ini dapat mengurangi tambahan karbohidrat tanpa menghilangkan seluruh menu roti dari pola makan.

Penderita diabetes pada akhirnya perlu melihat roti sebagai bagian dari keseluruhan makanan, bukan sebagai satu-satunya penentu gula darah. Membaca label, mengendalikan porsi, dan memilih pendamping yang tepat menjadi langkah penting sebelum memasukkannya ke menu harian.

Terbaru