25 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, KN SAR Pacitan Tempuh 262 Mil Laut

Author: Cung Media

Pencarian 25 korban KM Nurul Salsa yang masih hilang mendapat tambahan kekuatan dari Kendari. KN SAR Pacitan dikerahkan untuk memperluas penyisiran di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Jumlah korban yang belum ditemukan masih besar pada hari keempat operasi SAR. Dari 78 orang yang berada di kapal saat kecelakaan, 52 orang selamat dan satu orang ditemukan meninggal dunia.

Data Korban Masih Menjadi Fokus Operasi

Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyatakan unsur SAR gabungan terus mengerahkan kemampuan untuk mencari para korban. Tambahan armada dari Kendari diharapkan menambah cakupan pencarian di sekitar lokasi kapal tenggelam.

“Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengerahkan kemampuan terbaik untuk menemukan 25 korban yang masih dinyatakan hilang,” kata Muhammad Arif Anwar. Ia juga menyebut kehadiran KN SAR Pacitan diharapkan membantu memperluas area penyisiran.

Status Korban Jumlah
Selamat 52 orang
Meninggal dunia 1 orang
Dalam pencarian 25 orang
Total manifest 78 orang

Berlayar dari Kendari Menuju Barat Pulau Polassi

KN SAR Pacitan berangkat dari Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 12.10 WITA. Kapal negara itu menuju perairan sebelah barat Pulau Polassi, lokasi KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam pada 15 Juli 2026.

Jarak dari Kendari menuju titik koordinat terakhir kapal diperkirakan mencapai 262 mil laut. Dengan kecepatan maksimal 20 knot, pelayaran ke area pencarian diproyeksikan berlangsung sekitar 18 jam.

Kepala Basarnas Kendari Amiruddin A.S. menyebut pengerahan kapal dilakukan dalam skema Bawah Kendali Operasi atau BKO SAR. Skema tersebut dipakai untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban yang belum ditemukan.

“KN SAR Pacitan bertolak menuju perairan sebelah barat Pulau Polassi, lokasi di mana KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam pada 15 Juli 2026 lalu,” ujar Amiruddin. Kehadiran kapal ini diharapkan memperluas jangkauan tim yang bekerja di laut.

28 Personel Membawa Peralatan Evakuasi

Tim yang berangkat dari Kendari berjumlah 28 personel, terdiri atas unsur operasi, kru kapal, dan tenaga penyelamat. Komposisi itu disiapkan untuk mendukung pelayaran, penyisiran, pertolongan, hingga evakuasi apabila korban ditemukan.

Unsur Tim Jumlah Personel
Kepala Seksi Operasi dan Siaga KPP Kendari 1 orang
Kru KN SAR Pacitan 21 orang
Tenaga penyelamat atau rescuer 6 orang
Total 28 orang

KN SAR Pacitan membawa satu unit sea rider, sekoci, perahu karet, peralatan medis darurat, peralatan evakuasi, serta alat komunikasi satelit. Perlengkapan ini memberi pilihan bagi tim untuk menjangkau area yang sulit dilalui kapal utama.

Alat komunikasi satelit menjadi bagian penting dalam menjaga koordinasi selama operasi dilakukan jauh dari pangkalan. Kesiapan alat tersebut mendukung hubungan antara kapal dan unsur SAR gabungan di wilayah pencarian.

Cuaca Berawan di Jalur Pelayaran

Berdasarkan data BMKG, cuaca di jalur pelayaran menuju lokasi operasi dilaporkan berawan. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 2 sampai 20 kilometer per jam.

Kondisi itu dinilai masih cukup kondusif untuk pelayaran tim SAR menuju wilayah pencarian. Namun, koordinasi antartim tetap diperlukan karena penyisiran berlangsung di perairan Kepulauan Selayar.

Penguatan dari Kendari menambah kemampuan pencarian di laut ketika 25 korban masih masuk daftar pencarian. Operasi SAR gabungan terus diarahkan untuk menemukan korban di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru