
Pemerintah mulai mengoperasikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara bertahap, dengan tahap awal menyasar 1.061 koperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Langkah ini menandai pergeseran program dari pembentukan kelembagaan menuju kerja nyata di lapangan.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut Kopdes Merah Putih sudah masuk fase operasional setelah melewati pembentukan badan hukum, pembangunan fisik, gerai, dan pergudangan. Saat meninjau Koperasi Merah Putih Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ia menegaskan koperasi-koperasi itu telah melalui musyawarah desa khusus untuk pembentukan badan hukum.
Uji awal ekonomi desa
Tahap awal operasional ini menjadi semacam uji awal untuk melihat kesiapan model koperasi desa dalam menggerakkan ekonomi lokal. Pemerintah ingin memastikan program tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan sebagai unit usaha yang hidup di tengah masyarakat desa.
Ferry menilai fase operasionalisasi bukan pekerjaan ringan dan membutuhkan persatuan serta kekompakan dari seluruh pihak. Pemerintah, kata dia, ingin membangun ekonomi masyarakat desa melalui koperasi dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas lembaga.
Peninjauan di Jawa Timur dan Jawa Tengah dilakukan bersama Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri La Ode Ahmad, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, dan Bupati Blora Arief Rohman. Kehadiran para pejabat itu menunjukkan pelaksanaan program ini melibatkan koordinasi lintas instansi dan pemerintah daerah.
Peran daerah dan pengawasan pelaksanaan
Di tingkat daerah, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyatakan pemerintah setempat siap mendukung dan melaksanakan program nasional tersebut. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak agar pengembangan koperasi di wilayahnya dapat berjalan sesuai arah program.
Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita juga meminta seluruh pihak terus melakukan evaluasi dan bergotong royong agar operasional koperasi berjalan efektif. Pesan itu menegaskan bahwa tantangan berikutnya bukan hanya membuka unit usaha, tetapi menjaga konsistensi pelaksanaan di daerah.
Fokus pemerintah saat ini tidak lagi terbatas pada pembentukan kelembagaan koperasi. Tahap baru ini menuntut kesiapan fisik, kelembagaan, dan kerja sama antarpihak agar koperasi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
Peluncuran bertahap 1.061 Kopdes Merah Putih di Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi salah satu langkah awal pemerintah dalam menggerakkan ekonomi desa melalui model koperasi. Dengan masuknya fase operasional, keberhasilan program akan sangat bergantung pada soliditas pemerintah pusat, daerah, dan unsur pendukung di lapangan.
Source: kalsel.antaranews.com




