
Acer memperluas lini monitor gamingnya dengan langkah yang langsung menonjol di pasar gamer: Predator dan Nitro kini sama-sama dibawa ke level yang lebih tinggi. Bukan hanya mengejar refresh rate besar, Acer juga mendorong visual imersif lewat teknologi 3D, panel QD-OLED, dan resolusi ultra tinggi.
Strategi ini terlihat jelas karena Acer membidik dua kelompok pengguna sekaligus, yaitu gamer enthusiast dan casual gamer. Di saat yang sama, perusahaan menempatkan kualitas gambar, responsivitas, dan pengalaman bebas tearing sebagai fokus utama seluruh jajaran monitor barunya.
Predator tampil paling berani
Salah satu sorotan terbesar datang dari Predator XB273K 3D yang memakai layar IPS 27 inci. Monitor ini mengusung resolusi 3840×2160 pada 180 Hz lewat HDMI maupun DisplayPort, dengan response time 1 ms / 0,5 ms dan teknologi 3D eye-tracking.
Acer juga menambahkan model AI lokal yang memanfaatkan kemampuan pemrosesan grafis perangkat terhubung untuk mengubah konten 2D standar menjadi visual 3D. Monitor ini mendukung AMD FreeSync™ Premium dan NVIDIA® G-SYNC® Compatible, lalu dilengkapi brightness 400 nits, color gamut 95% DCI-P3, speaker 5 W x 2, dan VESA 100×100 mm.
Untuk pengalaman 3D, Acer menyertakan aplikasi SpatialLabs™ 3D Hub. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa mengatur mode 3D, melakukan sinkronisasi perangkat, dan mengakses game populer yang mendukung native 3D.
Predator X34 F1 mengejar gamer kompetitif
Di lini Predator, Acer juga memperkenalkan X34 F1 sebagai monitor curved 34 inci untuk esports kompetitif. Model ini memakai panel QD-OLED Penta Tandem™ dengan resolusi WQHD 3440×1440, refresh rate 360 Hz, dan response time 0,03 ms (GTG).
Akurasi warnanya juga tinggi, dengan DCI-P3 99% dan Delta E<2, ditambah sertifikasi VESA DisplayHDR™ True Black 500. Acer menambahkan Variable Refresh Rate, AMD FreeSync™ Premium Pro, dan NVIDIA® G-SYNC® Compatible, sementara panel QD-OLED-nya dilengkapi image retention refresh untuk membantu mencegah image sticking.
Desain curved 1800R dengan aspect ratio 21:9 membuat tampilan terasa lebih luas. Acer juga membekalinya dengan BlueLightShield Pro, Flickerless, Low-dimming, dan ComfyView untuk membantu menjaga kenyamanan mata.
Nitro hadir dengan layar besar dan fleksibilitas performa
Di kubu Nitro, Acer Nitro XV345CKR P tampil sebagai monitor curved 34 inci dengan resolusi 5K WUHD 5120×2160. Panel IPS-nya dipadukan dengan Mini LED backlighting 1152 zona, refresh rate 180 Hz, dan DFR hingga 360 Hz pada mode WFHD.
Monitor ini juga membawa VESA DisplayHDR™ 1000, Delta E<2, dan cakupan warna 95% DCI-P3. Dukungan AMD FreeSync™ Premium Pro dan NVIDIA® G-SYNC® Compatible tetap tersedia untuk menjaga permainan tetap mulus.
Acer Nitro XV320QX menawarkan layar 31,5 inci dengan resolusi 5K 5120×2880 dan refresh rate 165 Hz. Lewat DFR, monitor ini dapat mencapai 330 Hz pada resolusi QHD, sehingga pengguna bisa memilih antara performa tinggi atau visual yang sangat tajam.
Opsi ekstrem untuk frame rate tinggi
Bagi gamer yang mengejar frame rate ekstrem, Acer Nitro XV273U F5 hadir dengan layar 27 inci, resolusi QHD 2560×1440, refresh rate 500 Hz, dan overclock hingga 540 Hz. Monitor IPS ini juga memiliki DFR hingga 1000 Hz pada resolusi HD, fast liquid crystal IPS, dual light bars, dan VRB Pro.
Spesifikasi pendukungnya juga kuat, dengan cakupan warna 95% DCI-P3, Delta E<2, sertifikasi VESA DisplayHDR™ 600, serta dukungan AMD FreeSync™ Premium dan NVIDIA® G-SYNC® Compatible. Acer memberi sentuhan desain berbeda lewat bezel hitam serta bagian belakang dan dasar berwarna putih.
Arah baru untuk gamer dan kreator
Dari seluruh model yang diperkenalkan, Acer tampak menonjolkan fleksibilitas sebagai strategi utama. Predator diarahkan ke pengguna yang mencari pengalaman visual imersif dan kompetitif, sementara Nitro memberi opsi bagi gamer sekaligus kreator yang membutuhkan layar besar, resolusi tinggi, dan refresh rate ekstrem.
Peluncuran jajaran monitor ini dilakukan di ajang Computex 2026 di Taiwan. Acer juga menyebut spesifikasi, harga, dan ketersediaan akan berbeda di tiap kawasan, sehingga peluncurannya belum seragam untuk semua pasar.
Source: pemmzchannel.com




