
Jetour T1 langsung menarik perhatian karena menawarkan dua karakter yang sama-sama dibungkus desain serupa, tetapi dengan selisih harga yang besar. Varian PHEV i-DM dibanderol Rp558 juta, sedangkan versi bensin Rp408 juta, lalu Jetour memberi potongan Rp20 juta untuk 1.000 pembeli pertama sehingga harganya menjadi Rp538 juta dan Rp388 juta.
Selisih Rp150 juta itu bukan sekadar angka di brosur. Pada T1, beda biaya tersebut dibayar lewat fitur kenyamanan, teknologi kabin, serta paket penggerak hybrid yang membuat i-DM tampil jauh lebih lengkap dari versi ICE.
Bodi mirip, karakter bawah mobil berbeda
Secara tampilan luar, kedua varian dibuat sangat seragam. Keduanya memakai Horizon Light Bar Grille bergaya futuristis, foglamp dengan fungsi cornering light, serta kaca berlapis ganda untuk baris pertama dan kedua yang diklaim mampu menolak sinar UV hingga 99%.
Dimensi keduanya juga identik, yakni panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, dengan wheelbase 2.800 mm. Keduanya pun mengandalkan sasis monokok dengan 80% baja berkekuatan tinggi, dan desain mobil ini meraih Red Dot Design Award 2024.
Perbedaan muncul di bagian bawah mobil. Varian ICE punya ground clearance 200 mm, sedangkan i-DM 190 mm karena penyesuaian ruang baterai hybrid.
Meski lebih rendah, sudut pergi i-DM justru lebih besar, yakni 33 derajat. Varian ICE berada di angka 29 derajat, sementara sudut datang keduanya sama-sama 28 derajat.
Ukuran roda juga dibedakan. T1 ICE memakai pelek 18 inci dengan ban 235/65 R18, sedangkan i-DM menggunakan pelek 19 inci dengan ban 235/60 R19 dan teknologi Run Flat Tire.
Kabin sama-sama lengkap, tetapi i-DM terasa lebih premium
Di dalam kabin, keduanya sama-sama membawa jok kulit sintetis premium, AC dengan filter PM2.5, wireless charging 50 watt, serta dua port USB dan Type-C. Paket ini sudah membuat keduanya terasa aman untuk kebutuhan harian dan perjalanan jauh.
Namun, i-DM menonjol lewat perlengkapan yang lebih mewah. Varian ini memakai head unit 15.6 inci dengan prosesor Snapdragon 8155, sistem audio 9 speaker dari Sony, ambient light 64 warna, panoramic skyroof 64 inci, crystal gear knob, 24 Hour Parking AC Mode, dan passenger power leg rest.
Sebaliknya, T1 ICE menggunakan layar 12.8 inci, audio 8 speaker, dan ambient light satu warna Ice Blue. Pada bagian kursi, i-DM mendapat pengaturan elektrik, memori kursi, serta ventilated seat untuk kedua jok depan.
T1 ICE hanya punya pengaturan elektrik di sisi pengemudi dan tidak membawa fitur memori. Menariknya, paddle shift justru tersedia di varian ICE dan tidak disebut hadir di i-DM.
Mesin sama-sama 1.500 cc turbo, tapi outputnya berbeda jauh
Kedua varian sama-sama memakai mesin bensin 1.500 cc turbo TGDI dan membutuhkan bahan bakar minimal RON 92. Meski basis mesinnya sama, karakter tenaganya berbeda karena i-DM membawa sistem hybrid.
T1 ICE menghasilkan 170 PS dan torsi 270 Nm dari mesin dengan rasio kompresi 11,6:1. Tenaga itu disalurkan lewat transmisi otomatis dual-clutch basah 7DCT.
i-DM memakai Dedicated Hybrid Engine dengan rasio kompresi 12:1. Mesin bensinnya menghasilkan 136 PS dan 220 Nm, lalu dibantu motor listrik dengan output 204 PS dan torsi instan 310 Nm.
Sistem hybrid itu dipasangkan dengan Dedicated Hybrid Transmission 1DHT. Baterainya memakai Lithium Ferro Phosphate 18,4 kWh, berstandar IP68, dan mendukung DC Fast Charging.
Pengisian dari 30% ke 80% disebut butuh sekitar 27 menit. Jika diisi lewat AC Slow Charging dari 30% ke 100%, waktunya sekitar 180 menit.
Fitur keselamatan dibuat setara, garansi i-DM lebih panjang di baterai
Untuk kenyamanan berkendara, keduanya memakai suspensi depan MacPherson dan belakang Multi-Link Independent. Sistem pengeremannya juga sama, yakni cakram berventilasi di keempat roda.
Perlengkapan keselamatan aktif dan pasif dibuat setara, termasuk 6 airbags, TPMS, ISOFIX, ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, dan EPB. Keduanya juga mendapatkan ADAS Level 2 dengan Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Blind Spot Detection, Forward dan Rear Collision Warning, serta kamera 540 derajat JETOUR Surround Vision.
Perbedaan kecil hanya ada pada sensor parkir. T1 ICE memiliki rear parking radar, sementara i-DM mendapat sensor depan dan belakang.
Di sisi purnajual, keduanya sama-sama mendapat garansi kendaraan dan mesin selama 6 tahun dengan unlimited kilometers. Khusus i-DM, baterainya juga dilindungi garansi hingga 8 tahun atau 160.000 km.
Pilihan warna standar untuk keduanya mencakup Sand Gold, Aviation Silver, Carbon Crystal Black, dan White. Jika ingin Tech Green, konsumen perlu menambah Rp10 juta, baik untuk versi ICE maupun i-DM.
Source: carvaganza.com




