Redwood Amerika Menjulang Paling Tinggi di Dunia, Ternyata Sangat Bergantung pada Kabut

Author: Cung Media

Redwood Amerika dikenal bukan hanya karena ukurannya yang luar biasa, tetapi juga karena cara hidupnya yang bergantung pada lingkungan pesisir. Pohon ini tumbuh di koridor sempit di barat Amerika Utara dan sangat dipengaruhi oleh kabut yang melintas dari Samudra Pasifik.

Coast redwood atau Sequoia sempervirens bisa menjulang lebih dari 350 kaki, membuatnya disebut sebagai pohon tertinggi di dunia. Batangnya lurus, berwarna cokelat kemerahan, dan pada pohon dewasa diameternya dapat mencapai lebih dari 20 kaki dari permukaan tanah.

Habitatnya sempit, tetapi sangat khas

Menurut USDA Forest Service, sebaran alami redwood membentang dari dua rumpun di Sungai Chetco, Oregon barat daya, hingga Salmon Creek Canyon di Monterey County, California. Jalur pesisir ini panjangnya sekitar 724 kilometer, tetapi lebarnya umumnya hanya 8 sampai 56 kilometer dari pantai.

Kondisi itu membentuk habitat yang sempit sekaligus unik. Wilayah tumbuhnya memiliki iklim lembap dengan suhu tahunan sekitar 10 hingga 16 derajat, curah hujan besar di musim dingin, dan kabut musim panas yang ikut mengatur keberadaan pohon ini.

Kabut menjadi sumber air tambahan

National Park Service menjelaskan bahwa redwood dapat menyerap air dari kabut melalui kanopinya. Pada musim panas yang kering, kabut bahkan dapat menyumbang hampir 40 persen dari pengambilan air redwood.

Save the Redwoods League menyebut kabut pesisir terbentuk saat air laut dingin bertemu udara hangat dan lembap di atas Samudra Pasifik. Kabut itu bergerak ke daratan lalu tertangkap oleh tajuk redwood seperti jaring alami.

Sebagian air diserap daun, sementara sisanya jatuh ke tanah dan membantu menjaga lantai hutan tetap basah. Peran ini membuat redwood mampu bertahan di lingkungan yang sangat bergantung pada kelembapan pesisir.

Akar dangkal, tetapi saling menopang

Redwood dewasa tidak memiliki akar tunggang. National Park Service menjelaskan bahwa akarnya hanya tumbuh sekitar 3 sampai 4 meter ke dalam tanah, lalu menyebar mendatar sejauh 20 sampai 27 meter dari batang.

Pola akar yang lebar membuat redwood dapat terhubung dengan akar redwood lain dalam satu tegakan hutan. Jalinan itu membantu pohon tetap stabil meski batangnya sangat tinggi.

Struktur ini menunjukkan bahwa kekuatan redwood tidak hanya berasal dari ukuran batang. Ketahanannya juga ditopang oleh jaringan akar yang saling menopang di bawah permukaan tanah.

Hutan tua yang menopang banyak kehidupan

Hutan redwood tua menjadi rumah bagi berbagai tumbuhan dan hewan. Di bawah naungan pohon raksasa itu tumbuh pakis, semak, rhododendron, Douglas fir, western hemlock, tanoak, dan madrone.

Kanopi yang teduh dan lembap juga menjadi tempat bersarang burung terancam seperti spotted owl dan marbled murrelet. Kondisi ini menjadikan hutan redwood sebagai ruang hidup penting bagi banyak spesies.

National Park Service juga menjelaskan bahwa bahan organik yang tertahan di cabang redwood dapat terurai dan membentuk tanah di atas pohon. Dari tanah kanopi itu, pakis, semak, hingga pohon kecil bisa tumbuh ratusan kaki di atas permukaan tanah.

Kehadiran redwood memperlihatkan hubungan erat antara ukuran raksasa, umur panjang, kabut pesisir, akar yang terhubung, dan kehidupan lain di sekitarnya. Pohon ini bukan hanya tinggi luar biasa, tetapi juga menjadi inti dari ekosistem hutan tua yang bertumpu pada air dan kelembapan yang saling mendukung.

Source: www.idntimes.com
Terbaru