Gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat memicu korban jiwa, pemadaman listrik, dan gangguan acara publik dalam waktu bersamaan. Sedikitnya 25 orang dilaporkan tewas ketika suhu tinggi menyapu wilayah dari Deep South, Midwest, hingga Pesisir Timur.
Mayoritas korban berada di New Jersey, yang menjadi wilayah paling terdampak dalam laporan ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gelombang panas tidak hanya menaikkan risiko kesehatan, tetapi juga menekan layanan publik dan aktivitas warga di banyak negara bagian sekaligus.
New Jersey Jadi Wilayah Paling Banyak Korban
Otoritas kesehatan New Jersey menyebut jumlah kematian terkait panas di wilayah itu naik dari 19 menjadi 22. Dalya Eweis, pejabat kesehatan setempat, mengatakan kenaikan itu terjadi pada Sabtu 4 Juli 2026.
Di luar New Jersey, satu kematian terkait panas juga tercatat di Illinois. Dua korban lainnya dilaporkan di Mississippi, sehingga dampaknya terlihat menyebar dan tidak terpusat di satu area saja.
| Wilayah | Jumlah Kematian Terkait Panas | Keterangan |
|---|---|---|
| New Jersey | 22 | Naik dari 19 menjadi 22 |
| Illinois | 1 | Dilaporkan satu kematian |
| Mississippi | 2 | Dilaporkan dua kematian |
Rekor Panas Pecah di Washington, DC
ABC melaporkan suhu di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celcius pada peringatan Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli. Angka itu memecahkan rekor suhu yang telah bertahan lebih dari 100 tahun.
New York juga mengalami panas yang menyengat pada Kamis 2 Juli, saat suhu melonjak hingga 100,4 derajat Fahrenheit atau sekitar 38 derajat Celcius. Dalam kondisi itu, aspal bahkan meleleh di beberapa titik.
Pemadaman Listrik dan Acara Publik Terganggu
Cuaca panas ekstrem yang disertai badai turut mengganggu stabilitas jaringan listrik di sejumlah negara bagian. Pada Sabtu, sedikitnya 840.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik di tengah gelombang panas dan badai petir musim panas.
Sejumlah kota di wilayah Pesisir Timur juga membatalkan atau menjadwal ulang acara peringatan Hari Kemerdekaan. Langkah itu diambil untuk mengurangi risiko bagi warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan saat suhu berada pada level berbahaya.
Dampaknya Meluas ke Layanan Publik
Gelombang panas yang melanda beberapa kawasan sekaligus menempatkan layanan kesehatan, jaringan listrik, dan penyelenggaraan acara publik dalam tekanan besar. Saat suhu ekstrem datang bersamaan dengan badai petir, risikonya bertambah karena gangguan tidak hanya berasal dari panas, tetapi juga dari padamnya listrik dan terganggunya aktivitas harian.
Kombinasi itu membuat pemantauan korban akibat panas serta kestabilan jaringan listrik menjadi perhatian utama di beberapa negara bagian AS. Selama kondisi masih berisiko, otoritas setempat terus berhadapan dengan ancaman yang datang bersamaan dari cuaca ekstrem dan dampak turunannya.
Source: www.viva.co.id






