Dua anjing pelacak asal Inggris menyisir ratusan bangunan di wilayah Venezuela yang diguncang gempa, saat tim penyelamat berpacu dengan panas, reruntuhan, dan jumlah korban yang terus bertambah. Operasi ini menjadi salah satu upaya tercepat untuk memeriksa bangunan runtuh dan mencari warga yang mungkin masih selamat.
Tim dari Lancashire Fire and Rescue Service itu disebut telah membersihkan sekitar 500 bangunan secara kasar selama berada di lokasi. Mereka bekerja sebagai bagian dari tim Inggris beranggotakan 68 orang yang dikirim ke negara Amerika Selatan tersebut.
Pencarian di tengah kondisi lapangan yang berat
Mark Warwick dari Lancashire Fire and Rescue Service mengatakan anjing-anjing itu bergerak sistematis di berbagai area dan mampu menyisir wilayah luas dengan sangat cepat. Ia juga menilai komunikasi dan kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri selama operasi berlangsung.
Menurut Warwick, panas dan kelembapan tinggi jelas memengaruhi kerja tim di lapangan. Situasi itu membuat pencarian di antara puing-puing bangunan menjadi jauh lebih sulit dari kondisi normal.
Tim gabungan dari 14 layanan pemadam kebakaran
National Fire Chiefs Council atau NFCC menyebut tim Inggris yang dikerahkan ke Venezuela terdiri dari petugas pemadam kebakaran dari 14 layanan, termasuk Cheshire dan Greater Manchester. Merseyside Fire and Rescue Service juga ikut mendukung misi penyelamatan tersebut.
Para petugas itu bukan kali pertama bekerja di zona bencana serupa. Mereka pernah terlibat dalam operasi di Turki dan Maroko pada 2023, ketika membantu menyelamatkan korban yang terjebak di bawah reruntuhan.
Skala bencana masih membebani layanan lokal
Gempa bumi yang terjadi pada 24 Juni itu meninggalkan kerusakan luas di sejumlah wilayah Venezuela. Dalam situasi darurat yang masih berat, jumlah korban tewas dari dua gempa tersebut telah melampaui 2.600 orang, sementara puluhan ribu warga masih dinyatakan hilang.
Skala bencana disebut telah membuat layanan lokal kewalahan. Dengan infrastruktur yang nyaris tidak tersisa berdiri sembilan hari setelah getaran terjadi, jenazah terpaksa ditempatkan di luar ruangan atau di tenda-tenda sementara.
Di tengah kondisi itu, anjing pelacak tetap menjadi alat penting untuk menelusuri bangunan yang runtuh dengan cepat. Upaya pencarian masih berlangsung di area yang terdampak luas, saat tim berusaha menemukan siapa pun yang mungkin masih bisa diselamatkan.







