Visitasi asesor PWM Jawa Timur ke Madrasah Aliyah Muhammadiyah 8 Takerharjo, Solokuro, Lamongan, membuka gambaran yang lebih jelas tentang seperti apa sekolah unggul Muhammadiyah dibangun. Bukan hanya soal dokumen, melainkan juga budaya yang tampak dalam keseharian madrasah.
Dalam kunjungan pada Jumat (3/7/2026) itu, Prof. Dr. Lina Listiana, M.Kes., menekankan bahwa mutu sekolah harus terlihat dari visi yang jelas, tata kelola yang rapi, dan lingkungan belajar yang sehat. Ia hadir sebagai Kepala Biro Sumber Daya Insani Universitas Muhammadiyah Surabaya dan disambut Kepala MAM 8 Takerharjo, Sri Ismanifah, SE., bersama guru, tenaga kependidikan, serta para siswa.
Visi, nilai, dan suasana belajar menjadi fondasi
Lina menyebut sekolah unggul perlu memiliki visi, misi, tujuan, dan program yang tegas. Seluruh arah itu juga harus tersampaikan melalui berbagai media agar mudah dipahami warga madrasah.
Ia juga menyoroti core value yang hidup dalam keseharian sekolah. Kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, keterbukaan, dan tanggung jawab disebut harus benar-benar diterapkan, bukan hanya ditulis.
| Indikator | Penekanan | Makna bagi madrasah |
|---|---|---|
| Visi, misi, tujuan, program | Harus jelas dan tersampaikan | Menjadi arah kerja seluruh warga sekolah |
| Core value | Kejujuran, disiplin, mandiri, terbuka, bertanggung jawab | Mewarnai budaya harian sekolah |
| Lingkungan belajar | Clean, green, hygienic, beautiful, and safe | Membuat peserta didik nyaman belajar |
Selain nilai internal, lingkungan fisik madrasah juga dinilai penting. Sekolah unggul, menurut Lina, perlu menghadirkan suasana clean, green, hygienic, beautiful, and safe agar peserta didik merasa nyaman saat belajar.
Kepemimpinan, kepercayaan publik, dan mutu layanan
Konsep inspiring learning community juga mendapat perhatian khusus. Kepala madrasah harus menjadi teladan dan mampu menggerakkan seluruh warga sekolah agar budaya unggul benar-benar hidup.
Lina menambahkan bahwa kepemimpinan yang kuat perlu ditopang guru yang kompeten, tenaga kependidikan yang berprestasi, serta siswa yang mampu meraih berbagai penghargaan. Kombinasi itu menjadi wajah nyata dari madrasah yang berkembang.
Indikator lain yang tak kalah penting adalah community trust atau kepercayaan masyarakat. Kerja sama dengan berbagai pihak dipandang memperkuat posisi madrasah di mata publik.
Di sisi layanan, sekolah unggul juga diarahkan menjadi students friendly school atau sekolah ramah anak. Di saat yang sama, madrasah didorong menuju sekolah bertaraf internasional tanpa meninggalkan tata kelola keuangan yang baik.
Pengelolaan keuangan, kecerdasan majemuk, dan branding madrasah
Lina menegaskan pentingnya financial well management sebagai dasar keberlanjutan lembaga. Menurutnya, sekolah yang kuat bukan hanya memiliki program yang baik, tetapi juga mampu menjaga pengelolaan keuangan secara tertib.
Ia juga menyoroti holistic education melalui pemetaan modalitas belajar dan kecerdasan majemuk peserta didik. Pendekatan ini dinilai membantu madrasah memahami kebutuhan belajar siswa secara lebih menyeluruh.
Masih dalam kerangka itu, budaya Islami yang kuat, pelayanan pendidikan bermutu, sistem penjaminan mutu, prestasi sekolah, sarana dan prasarana yang representatif, serta penguatan branding madrasah ikut menentukan kualitas sekolah unggul Muhammadiyah. Seluruh unsur tersebut harus saling menguatkan agar madrasah tampak baik dari luar sekaligus kokoh dari dalam.
Apresiasi di akhir kegiatan
Pada kesempatan itu, Kepala MAM 8 Takerharjo menyerahkan buku karya siswa kepada Lina sebagai bentuk apresiasi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama, makan siang bersama guru dan tenaga kependidikan, lalu salat berjamaah.
Sri Ismanifah menutup kegiatan dengan pesan agar terus berbuat kebaikan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ketaatan dan ibadah setelah menyelesaikan suatu kebajikan, sebagai dorongan untuk tetap bergerak dalam amal dan pengabdian.
Source: pwmu.co






