Awal 1 Muharram 1448 H menjadi penanda penting bagi umat Islam yang ingin langsung mengamalkan puasa sunah Muharram. LF PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026, sehingga niat puasa Muharram bisa dipersiapkan sejak hari itu.
Penetapan tersebut bersandar pada Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026. Dalam surat yang ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur itu, hilal disebut tidak teramati di seluruh Indonesia pada Senin Pon, 29 Dzulhijjah 1447 H atau 15 Juni 2026.
Keutamaan puasa Muharram
Puasa Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” Hadis ini diriwayatkan مسلم.
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut menjadi dalil yang sangat jelas tentang keutamaan Muharram sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadhan. Penjelasan itu juga menegaskan bahwa kebiasaan Nabi Muhammad saw berpuasa lebih banyak di bulan Sya’ban tidak menghapus keutamaan Muharram.
Bagi warga NU, puasa sunah ini dapat mulai dijalankan seiring masuknya 1 Muharram 1448 H. Karena hukumnya sunnah, puasa ini dapat menjadi amalan tambahan yang ringan tetapi bernilai besar bagi yang menunaikannya.
Bacaan niat puasa Muharram
Niat puasa Muharram dibaca sebelum menjalankan ibadah puasa. Lafaz yang disebutkan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.”
Bacaan ini menegaskan niat dalam hati dan lisan untuk menjalankan ibadah sunah tersebut. Dalam praktik puasa, niat menjadi bagian awal yang penting sebelum menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.
Tata cara puasa Muharram
Secara umum, puasa Muharram dijalankan seperti puasa pada umumnya. Ibadah dimulai sejak fajar hingga terbenam matahari, dengan menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu.
Urutan yang perlu diperhatikan meliputi membaca niat, menyantap sahur sebelum fajar, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, menjaga perilaku, lalu berbuka saat Magrib tiba.
Menjaga lisan juga menjadi bagian penting dalam menjalankan puasa ini. Karena itu, menghindari perbuatan seperti menggunjing orang lain perlu diperhatikan agar ibadah sunah tersebut tidak hanya sah, tetapi juga lebih sempurna nilainya.
Hal yang perlu disiapkan saat Muharram dimulai
Puasa Muharram menuntut kesiapan yang sederhana, tetapi disiplin waktu tetap diperlukan. Sahur membantu memulai puasa dengan lebih kuat, sedangkan berbuka dilakukan setelah Magrib sesuai ketentuan umum puasa.
Dengan dimulainya 1 Muharram 1448 H pada 17 Juni 2026, umat Islam yang ingin mengamalkannya dapat menyesuaikan waktu sejak awal bulan. Keutamaan Muharram, bacaan niat yang ringkas, dan tata cara yang mudah membuat puasa ini menjadi salah satu amalan sunah yang praktis untuk dijalankan.
