Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membawa lima mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Indonesia Timur. Kehadiran mereka bukan sekadar ikut rombongan, tetapi juga untuk melihat langsung bagaimana program prioritas pemerintah dijalankan di lapangan.
Langkah ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk ikut mengawasi kebijakan publik dari dekat. Gibran menilai keterlibatan anak muda penting sebagai bentuk pengawasan sosial, terutama saat program pemerintah bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Lima kampus, satu rombongan pemantau
Mahasiswa yang ikut berasal dari Universitas Pelita Harapan, Universitas Sanata Dharma, Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, dan Institut Seni Budaya Indonesia. Komposisi ini menunjukkan bahwa pemerintah membuka ruang partisipasi publik dari berbagai kampus dan latar belakang.
Gibran juga mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan pandangan dan kritik secara tertib. Menurutnya, masukan seperti itu membantu pemerintah melihat program dari sudut pandang pengguna langsung di masyarakat.
Ende jadi titik awal peninjauan
Agenda pertama rombongan diarahkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur, setelah bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dari Jakarta, rombongan menuju Bandara Internasional El Tari di Kupang sebelum melanjutkan perjalanan ke titik kegiatan berikutnya.
Di Ende, Gibran dijadwalkan mengecek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ia juga akan meninjau pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi daerah.
Gorontalo hingga Papua masuk agenda lanjutan
Setelah NTT, perjalanan berlanjut ke Gorontalo untuk membuka Pekan Nasional Petani Nelayan atau PENAS XVII Tahun 2026. Masih di provinsi yang sama, Gibran juga akan meninjau Bendungan Bulango Ulu yang dipandang sebagai salah satu penopang sektor pangan dan ekonomi masyarakat setempat.
Rombongan kemudian bergerak ke Papua Barat. Di sana, Gibran akan melihat aktivitas Sentra Produksi Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan dan membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi atau PESPARAWI Nasional XIV di Manokwari.
Peninjauan berakhir di Papua Selatan
Rangkaian kunjungan kerja dijadwalkan berakhir di Papua Selatan, tepatnya di Kabupaten Asmat. Sejumlah fasilitas publik masuk dalam daftar peninjauan, mulai dari Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, hingga Gereja Katedral Salib Suci.
Agenda ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap kunjungan tersebut dapat mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di wilayah Papua.
