PT Mandiri Utama Finance (MUF) sedang menaruh harapan besar pada pembiayaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk mendorong kinerja perseroan tahun ini. Di tengah minat masyarakat yang terus meningkat, perusahaan pembiayaan ini memilih strategi yang menggabungkan bunga ringan, edukasi pasar, dan pengalaman langsung agar adopsi EV bergerak lebih cepat.
Plt. Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sukoco Sinaga, menegaskan bahwa laju pertumbuhan pasar EV tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan produk. Infrastruktur pengisian daya, perkembangan teknologi, dan dukungan pembiayaan yang terjangkau juga ikut memegang peran penting.
Pengalaman langsung untuk membangun minat
Salah satu langkah yang digencarkan MUF adalah program Coffee & Drive. Program ini memberi kesempatan konsumen mencoba EV secara langsung, sehingga mereka bisa memahami karakter kendaraan sebelum memutuskan membeli.
Pendekatan tersebut dipakai sebagai cara edukasi pasar sekaligus untuk membangun kepercayaan calon pembeli. Bagi MUF, pengalaman berkendara menjadi faktor penting karena sering kali menentukan keputusan konsumen di tahap akhir.
Bunga 1,99% dan insentif tambahan
Di sisi pembiayaan, MUF menawarkan skema yang dibuat lebih kompetitif untuk kendaraan listrik dan hybrid. Salah satu penawaran utamanya adalah suku bunga mulai 1,99% melalui pengajuan Livin’ Auto.
| Program / Fasilitas | Detail |
|---|---|
| Suku bunga | Mulai 1,99% melalui Livin’ Auto |
| Biaya administrasi | Rp1 |
| Potongan biaya administrasi | Hingga 50% |
| Benefit tambahan | Voucher belanja |
| Proteksi | Asuransi tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga |
Rangkaian insentif itu dirancang agar pembiayaan EV terasa lebih mudah dijangkau. MUF berharap kombinasi bunga rendah dan fasilitas tambahan bisa memperkuat minat konsumen di tengah pasar yang masih berkembang.
“Percepatan adopsi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga dukungan pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses,” kata Dapot dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026). “MUF berupaya menjadi bagian dari ekosistem tersebut melalui solusi pembiayaan yang kompetitif.”
Kinerja tetap tumbuh di tengah tekanan industri
Secara bisnis, MUF masih membukukan pertumbuhan piutang pembiayaan dua digit. Per Maret 2026, pertumbuhan piutang pembiayaan perseroan tercatat mencapai 15,8% secara tahunan.
Dapot menyebut tantangan utama industri multifinance masih terkait daya beli dan sikap hati-hati konsumen. Meski begitu, MUF tetap optimistis permintaan pembiayaan akan terjaga, termasuk dari segmen kendaraan listrik yang disebut terus meningkat.
Industri multifinance belum sepenuhnya pulih
Di level industri, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance melambat menjadi 0,61% secara tahunan per Maret 2026, dengan nilai Rp 514,09 triliun. Pada saat yang sama, tingkat NPF gross multifinance naik menjadi 2,83% per Maret 2026.
Data itu menunjukkan bahwa industri masih menghadapi tekanan, sehingga pelaku usaha perlu lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Dalam situasi seperti ini, fokus MUF pada EV menjadi salah satu upaya menangkap peluang pertumbuhan di segmen yang masih membuka ruang ekspansi.
