Mual Tak Kunjung Reda Bisa Bukan Maag, Saatnya Waspadai Fungsi Ginjal

Author: Cung Media

Mual yang berulang dan sempat membaik setelah minum obat lambung tidak selalu berarti maag. Pada sebagian kasus, keluhan ini dapat muncul ketika fungsi ginjal telah menurun dan zat sisa mulai menumpuk di dalam tubuh.

Risikonya, gangguan ginjal sering berkembang perlahan sehingga gejalanya mudah dianggap keluhan biasa. Saat mual sudah menetap, terutama bersama perubahan kondisi tubuh, pemeriksaan medis penting untuk mencari penyebabnya.

Spesialis urologi Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K), menjelaskan mual pada pasien gagal ginjal berkaitan dengan penumpukan ureum. Zat tersebut seharusnya disaring dan dibuang dari tubuh melalui ginjal.

Menurut Prof Rasyid, kenaikan ureum pada gagal ginjal tidak terjadi secara mendadak. “Kalau gagal ginjal itu kan nggak mendadak. Naiknya (ureum) pelan-pelan, baru setelah kadarnya tinggi, baru mual,” katanya dalam keterangan yang dikutip health.detik.com.

Keluhan yang menyerupai gejala maag membuat sebagian orang hanya mengandalkan obat lambung. Padahal, respons sementara terhadap obat tersebut belum tentu menunjukkan bahwa lambung adalah sumber utama masalahnya.

Prof Rasyid mengingatkan bahwa pasien kerap baru mencari pertolongan ketika obat lambung tidak lagi meredakan mual. “Waktu dia udah mual-mual itu, (fungsi) ginjalnya udah jelek,” ujarnya.

Tanda yang Menyertai Mual Perlu Diperhatikan

Mual akibat gangguan ginjal dapat muncul bersama perubahan nafsu makan, rasa di mulut, dan kondisi tubuh secara umum. Texas Kidney Institute menyebut keluhan pencernaan pada penyakit ginjal bisa samar pada awalnya, lalu menjadi semakin menetap.

Kelompok Keluhan Tanda yang Dapat Muncul
Mual dan muntah Mual tidak hilang, lebih berat pada pagi hari, hingga muntah
Perubahan makan Nafsu makan menurun, cepat kenyang, makanan terasa aneh atau tidak enak
Perubahan rasa Rasa logam atau pahit di mulut
Kondisi umum Berat badan turun tanpa disengaja dan kelelahan

Gejala-gejala tersebut tidak otomatis menandakan seseorang mengalami gagal ginjal. Namun, mual berkepanjangan tetap perlu diperiksakan bila muncul bersama keluhan lain yang tidak biasa.

Cleveland Clinic mencantumkan kelelahan berat, pembengkakan pada tangan, pergelangan kaki, atau wajah sebagai tanda yang perlu dicermati. Perubahan frekuensi buang air kecil, tidak buang air kecil sama sekali, serta kulit kering atau gatal juga dapat menyertai gangguan fungsi ginjal.

Mual Berulang Bisa Berlangsung Lama Sebelum Diagnosis

Perhatian terhadap keluhan ini menguat setelah kisah Grace Tanggu, perempuan asal Bali, ramai dibicarakan di TikTok. Ia didiagnosis gagal ginjal stadium 5 ketika usianya belum genap 30 tahun.

Grace mengaku mengalami mual dan muntah sejak masih kuliah. Kala itu, ia menduga keluhan tersebut sebagai maag karena obat lambung sempat membantu mengurangi gejalanya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keluhan yang membaik sesaat tidak selalu menjelaskan penyebab utamanya. Pemeriksaan medis menjadi semakin penting bila mual sering kambuh, berlangsung lama, atau diikuti pembengkakan, kelelahan, dan perubahan buang air kecil.

Menjaga Kesehatan Ginjal Sejak Dini

Prof Rasyid menyebut gangguan ginjal juga dapat terjadi pada usia muda, salah satunya berkaitan dengan pola hidup yang kurang sehat. Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes, yang disebut sebagai salah satu sumber utama kerusakan ginjal.

Menjaga pola makan, tidur teratur, dan berolahraga rutin dapat mendukung kesehatan ginjal sekaligus membantu mencegah hipertensi. Langkah tersebut penting karena tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dan tidak diobati dapat merusak ginjal.

Spesialis penyakit dalam dr Yunita Indah Dewi, SpPD, menjelaskan makanan tinggi natrium dapat mengikat lebih banyak cairan. Cairan itu kemudian dialirkan bersama darah ke jantung dan berpotensi meningkatkan tekanan darah.

Mengurangi asupan manis dan natrium berlebih, mencukupi kebutuhan air putih, serta menghindari minuman keras menjadi langkah yang disarankan. Pemeriksaan kesehatan rutin setahun sekali juga dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum keluhan berkembang lebih berat.

Terbaru