
Harga mobil baru rata-rata di Amerika Serikat kini sudah menembus $51,456. Di sisi lain, pasar China justru menawarkan lebih dari 200 model listrik, termasuk plug-in hybrid, yang dibanderol di bawah $25,000.
Kontras itu memperlihatkan betapa agresifnya persaingan harga di China. Di pasar yang sama, pembeli juga disuguhi pilihan model yang jauh lebih beragam, dari city car kecil hingga sedan dan SUV yang ukurannya tetap besar.
Pasar China menekan harga lebih jauh
Beijing Auto Show terbaru menjadi cermin kuat dari kondisi tersebut. Ajang itu disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya, dengan lebih dari 180 mobil baru meluncur dan total kendaraan yang dipamerkan melampaui 1,400 unit.
Banyak model yang tampil bukan sekadar konsep. Sejumlah kendaraan benar-benar menunjukkan arah industri, terutama pada strategi harga yang rendah namun tetap membawa fitur yang lengkap.
Kelley Blue Book mencatat harga rata-rata mobil baru di AS pada Maret sebesar $51,456, menurut Reuters. Sementara itu, di China, batas bawah harga kendaraan listrik terus ditekan oleh para produsen besar dan pemain domestik.
EV murah dengan fitur yang tetap lengkap
Salah satu contoh paling menonjol datang dari Geely EX2. Mobil listrik kecil ini dijual mulai $10,060 di China dan menjadi kendaraan terlaris di negara itu pada 2025.
Meski murah, EX2 tetap membawa perlengkapan yang menarik. Mobil ini memiliki bagasi depan, ruang penyimpanan, dan layar sentuh tengah 14,6 inci dengan sistem operasi Geely.
Varian tertingginya diklaim mampu menempuh 255 miles atau 410 km pada siklus uji China. Geely juga menyebut model ini akan hadir di Australia tahun ini.
Di kelas harga yang lebih rendah lagi, Wuling Hongguang MiniEV ditawarkan mulai $6,560. Mobil mikro ini mengusung pendekatan minimalis, tetapi Wuling menyiapkan pembaruan untuk 2026 berupa bodi empat pintu dan kursi belakang yang lebih besar.
Ukuran MiniEV tetap sangat kecil menurut standar Amerika. Bahkan, dua unit versi dua pintu lama disebut bisa masuk ke bak Ford F-150, sementara mobil ini masih mampu melaju sampai 62 mph atau 100 km/h.
Untuk kebutuhan harian yang sedikit lebih praktis, Wuling juga menjual Bingo Pro. Model yang sedikit lebih besar ini dibanderol mulai sedikit di atas $8,000, dengan jarak tempuh 250 miles atau 402 km.
BYD ikut mengisi segmen EV murah lewat Seagull, yang juga dikenal sebagai Atto 1, Dolphin Mini, atau Dolphin Surf. Model ini dijual mulai $10,200 dan menjadi salah satu pijakan penting BYD di pasar kendaraan listrik kecil.
Pada model 2026, Seagull menawarkan lebih banyak teknologi. Mobil ini punya opsi lidar untuk bantuan mengemudi dan perpindahan jalur otomatis, pengisian daya lebih cepat, serta jarak tempuh 314 miles atau 505 km.
Bukan cuma kecil, mobil lebih besar juga murah
Harga rendah di China tidak berhenti pada mobil kompak. Volkswagen Sagitar S, sedan kompak, dibuka dari $11,600 dan berada di bawah harga Jetta di pasar AS yang punya MSRP $23,995 lebih dari separuh.
VW juga memamerkan Jetta X concept di Beijing. SUV listrik bergaya tangguh itu ditargetkan punya harga di bawah $15,000, menambah daftar model murah yang tetap tampil modern.
Toyota bZ7 juga ikut menarik perhatian. Mobil yang baru dikembangkan ini disebut lebih panjang dari Tesla Model S, tetapi harganya mulai dari sekitar $21,500.
Pemain domestik seperti Geely, Chery, dan BYD kemudian mengisi celah harga lain dengan sedan, SUV tiga baris, dan pickup. Di Amerika Serikat, banderol model-model semacam itu bahkan nyaris setara atau lebih murah dari cicilan mobil bekas.
Nissan N7 mempertegas pola yang sama pada sedan listrik yang lebih besar. Model yang ukurannya setara Maxima ini старт dari sekitar $17,000 di China, jauh di bawah level harga pasar mobil baru di Amerika Serikat.
Gambaran besarnya menunjukkan dua dunia yang sangat berbeda. Saat pembeli mobil baru di AS rata-rata harus menghadapi harga di atas $51,000, konsumen China bisa memilih dari ratusan EV murah dengan ukuran, teknologi, dan fungsi yang beragam.
Source: www.carscoops.com




