Looksmaxxing Picu Ledakan Pasar Peptida Abu-Abu, Bitcoin Dan Stablecoin Jadi Jalur Bayarnya

Pasar abu-abu peptida sedang berubah dari ceruk kecil menjadi bisnis on-chain bernilai jutaan dolar. Menurut Chainalysis, perputarannya sudah melampaui US$100 juta per tahun, dengan Bitcoin dan stablecoin menjadi jalur pembayaran utama.

Dorongan terbesarnya datang dari gabungan tren kesehatan, penampilan, dan promosi di media sosial. Di saat yang sama, pembeli baru masuk karena mencari alternatif yang lebih murah dan lebih mudah diakses ketimbang jalur legal yang terbatas.

Looksmaxxing mengubah profil pembeli

Chainalysis melihat ledakan ini bukan lagi sekadar aktivitas komunitas biohacker. Perusahaan itu menilai pasar peptida kini menarik demografi yang lebih luas, terutama karena subkultur internet looksmaxxing ikut memperluas minat konsumen.

Looksmaxxing adalah tren yang berfokus pada memaksimalkan daya tarik fisik. Praktiknya mencakup fitness, grooming, diet, suplemen, prosedur kosmetik, dan berbagai intervensi lain yang diarahkan untuk memperbaiki penampilan.

Berbeda dari biohacking yang biasanya menekankan kesehatan, performa, atau umur panjang, looksmaxxing menjadikan tampilan fisik sebagai tujuan utama. Pergeseran fokus ini membuat pasar peptida mendapat dorongan dari audiens yang tidak lagi berasal dari komunitas kesehatan alternatif saja.

Arus dana kripto naik cepat

Chainalysis mencatat arus kripto ke pemasok peptida naik dari sekitar US$12 juta pada kuartal keempat 2025 menjadi US$32 juta pada kuartal pertama 2026. Kenaikan 159% itu membuat perusahaan memperkirakan pasar ini sedang menuju sekitar US$39 juta pada kuartal kedua.

Perusahaan itu juga menyebut sektor ini sedang mengalami breakout di blockchain. Dalam pandangannya, pertumbuhan tersebut dipicu oleh legitimasi politik yang mendadak dan kemudian diperkuat oleh viralitas subkultur internet.

Peptida sendiri adalah rantai pendek asam amino yang dipakai dalam perawatan medis dan kosmetik. Zat ini juga menjadi bahan aktif di balik obat penurun berat badan populer seperti Ozempic dan Wegovy.

Mengapa Bitcoin dan stablecoin dominan

Chainalysis menyebut turunnya ketersediaan dan biaya obat-obat itu di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong permintaan alternatif yang lebih murah. Dari situ muncul jaringan pemasok luar negeri yang menjual produk peptida tanpa merek langsung ke konsumen.

Banyak vendor memilih Bitcoin dan stablecoin karena bank serta pemroses pembayaran membatasi transaksi yang berkaitan dengan senyawa farmasi yang belum disetujui. Stablecoin juga makin disukai operator besar karena nilainya biasanya dipatok ke dolar dan lebih tahan terhadap gejolak harga kripto.

Pada level grosir, pergeseran itu terlihat makin jelas. Chainalysis menulis bahwa ketika menyorot vendor dengan rata-rata deposit US$1.000 atau lebih, komposisi aset berubah tajam ke stablecoin mayoritas untuk melindungi pesanan pasokan besar dari volatilitas pasar kripto.

Pasar abu-abu yang makin terhubung

Chainalysis membedakan pasar ini dari pasar gelap online lama seperti Silk Road. Menurut perusahaan itu, pasar abu-abu justru mendapat popularitas saat naiknya gerakan Make America Healthy Again dan meningkatnya minat pada pendekatan kesehatan alternatif.

Laju pertumbuhannya juga disebut melesat tajam pada awal 2026. Chainalysis memperkirakan sektor ini kini memproses puluhan juta dolar dalam kripto setiap kuartal dan berada di jalur untuk melampaui laju tahunan US$100 juta.

Sara Graham, Senior Intelligence Analyst Chainalysis, mengatakan kepada Decrypt bahwa peningkatan aktivitas kripto ini tidak terlalu mengejutkan. Ia menilai obat bernilai tinggi yang sulit masuk ke pasar legal memang mendorong jalur kripto, tetapi ledakan peptida kini membawa kelompok pembeli baru ke ekosistem kripto-obat.

Graham juga menyoroti peran influencer dan tokoh publik dalam mendorong adopsi. Menurutnya, promosi senyawa baru oleh figur-figur tersebut mampu membawa ratusan ribu pembeli pertama kali menggunakan kripto.

Rantai pasok kimia ikut bergeser

Chainalysis juga mengidentifikasi beberapa produsen kimia asal China yang disebut beralih ke penjualan peptida setelah sebelumnya memasok prekursor fentanil dan amfetamin. Nama yang disebut antara lain Shanghai Sigma Audley dan Bigreat Technology.

Perubahan jalur bisnis ini menunjukkan bahwa pasar peptida tidak berdiri sendiri. Di tengah permintaan yang naik cepat, kripto memberi cara pembayaran yang sesuai bagi penjual dan pembeli yang ingin menghindari hambatan perbankan tradisional.

Baca Juga

Back to top button