Minyak Jelantah Disulap Jadi Lilin Aromaterapi, Warga Bungo Diajak Lihat Peluang Cuan Baru

Minyak jelantah yang biasanya berakhir sebagai limbah rumah tangga kini dipandang berbeda oleh warga Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Lewat pelatihan dari mahasiswa KKN Reguler 86 UIN Walisongo Semarang, bahan bekas itu diolah menjadi lilin aromaterapi yang punya nilai guna dan peluang jual.

Pelatihan ini menyasar puluhan ibu-ibu yang baru selesai mengikuti senam rutin desa di Balai Desa Bungo. Kegiatannya dirancang bukan hanya untuk mengajarkan teknik sederhana, tetapi juga membuka wawasan soal ekonomi kreatif yang ramah lingkungan.

Warga Belajar Dari Tahap Penyaringan Hingga Pencetakan

Divisi Ekonomi Kreatif KKN Reguler 86 memandu peserta langsung dalam proses pembuatan lilin. Mahasiswa menunjukkan bahwa minyak bekas goreng masih bisa dimanfaatkan jika diproses dengan cara yang tepat.

Peserta terlebih dahulu menyaring minyak jelantah sebelum mencampurnya dengan bahan pengeras lilin. Setelah itu, mereka menambahkan pewarna dan minyak esensial agar lilin menghasilkan aroma yang menenangkan.

Adonan kemudian dituangkan ke dalam wadah dan dibiarkan mengeras. Hasil akhirnya adalah lilin aromaterapi dengan tampilan menarik yang tidak hanya berfungsi sebagai pengharum ruangan, tetapi juga berpotensi dipasarkan sebagai produk UMKM.

Antusiasme Peserta Memunculkan Ide Usaha Rumahan

Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga ikut praktik langsung. Mereka juga berdiskusi soal pengembangan produk dan strategi pemasaran yang mungkin dijalankan setelah kegiatan selesai.

Sejumlah peserta mengaku tertarik mengembangkan keterampilan itu menjadi usaha rumahan. Sri, warga Desa Bungo, menyebut pelatihan ini memberinya wawasan baru tentang cara memanfaatkan minyak jelantah yang sebelumnya langsung dibuang.

Koordinator Divisi Ekraf KKN Reguler 86 UIN Walisongo menjelaskan bahwa minyak jelantah sebenarnya masih punya nilai guna. Ia menilai kreativitas dan pengolahan yang tepat bisa mengubah limbah menjadi produk yang menarik dan bernilai jual.

Dampak Lingkungan dan Ekonomi Jalan Bersamaan

Program ini juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah dinilai bisa membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN berharap warga Desa Bungo makin sadar bahwa pengelolaan limbah tidak selalu berakhir pada pembuangan. Dari bahan sederhana seperti minyak bekas, mereka melihat peluang tumbuhnya usaha mikro berbasis kreativitas dan ekonomi sirkular di tingkat keluarga.

Source: www.jatengnews.id

Terkait