PKS Jatim Genjot 250 Ribu Sahabat PKS, Mesin Relawan Disiapkan Lebih Rapi

PKS Jawa Timur sedang memperkuat jaringan relawannya dengan target besar yang tidak kecil, yaitu membentuk 250.000 Sahabat PKS hingga 2029. Dorongan ini tidak hanya soal menambah jumlah orang, tetapi juga menyiapkan struktur yang lebih tertib, terlatih, dan siap turun ke tengah masyarakat.

Di Surabaya, Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) PKS Jawa Timur menggelar TFT Training Orientasi Partai (TOP) PKS tingkat Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan perwakilan DPD PKS dari seluruh kabupaten dan kota sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Target besar yang ditopang kerja bersama

Ketua Bidang Relawan dan Saksi Nasional Jawa Timur, Sulistyo Budi, menegaskan bahwa relawan adalah tulang punggung pelayanan dan pemenangan partai. Karena itu, ia menilai relawan harus disiapkan sejak awal dengan pendekatan yang lebih matang.

Target 250.000 relawan Sahabat PKS disebut membutuhkan sinergi seluruh elemen partai. Kolaborasi itu melibatkan BRSN, bidang-bidang lain di tingkat DPW, serta struktur partai di semua tingkatan.

Sistem pendataan dibuat lebih tertib

Untuk mengejar target tersebut, BRSN menyiapkan Sistem Manajemen Informasi Join PKS sebagai sarana pendaftaran anggota TOP PKS. Sistem ini dirancang agar pendataan bisa dilakukan secara tertib dan terdokumentasi dengan baik.

BRSN juga mengembangkan sistem manajemen relawan dan saksi yang terintegrasi. Langkah ini diarahkan agar pengelolaan relawan berjalan lebih profesional dan lebih mudah dikendalikan di dalam struktur organisasi.

Relawan didorong jadi problem solver

Peluncuran TOP Nasional dan Gerakan Relawan Sahabat PKS turut menjadi bagian dari penguatan gerakan ini. Dalam acara peluncuran di DPP, Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menegaskan bahwa keberhasilan gerakan relawan tidak diukur dari slogan atau retorika politik.

Menurut Kholid, masyarakat sekarang lebih membutuhkan kehadiran nyata dan solusi langsung atas persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, training orientasi disiapkan agar setiap relawan dan saksi memiliki bekal yang cukup untuk menjadi problem solver.

Ia menambahkan bahwa relawan dan saksi PKS harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan kapasitas yang diperkuat lewat pelatihan dan pendampingan, mereka diharapkan mampu menjembatani kebutuhan warga dengan solusi melalui kerja sosial, kemasyarakatan, dan advokasi publik.

Basis pelayanan diperluas lewat jejaring relawan

Penguatan relawan ini juga diarahkan untuk memperluas basis pelayanan dan perjuangan partai di tengah masyarakat. Melalui TOP PKS Nasional 2026 dan peluncuran Gerakan Relawan Sahabat PKS, partai menargetkan lahirnya lebih banyak relawan yang aktif di kegiatan politik dan demokrasi.

Di saat yang sama, relawan itu diharapkan hadir sebagai penggerak kebaikan di lingkungan masing-masing. Fokusnya tetap pada upaya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat secara nyata melalui jaringan yang lebih rapi, terlatih, dan terhubung antarlembaga internal partai.

Source: kabarjawatimur.com

Terkait