Lonjakan pendaftaran murid baru membuat sistem digital pendidikan dituntut lebih stabil, dan Metranet mencoba menjawab kebutuhan itu lewat perluasan SPMB Online berbasis SCALA. Hingga pertengahan 2026, platform B2B milik anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. itu sudah dipakai oleh 147 instansi pendidikan di 15 provinsi dan 30 kabupaten/kota, dengan cakupan lebih dari 5.000 sekolah.
Skala pemakaian tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi penerimaan murid baru tidak lagi berhenti di level pilot. Di sejumlah daerah, sistem ini dipakai untuk mengelola proses yang berlangsung serentak dan berhadapan dengan trafik data besar dalam waktu yang sama.
DKI Jakarta jadi wilayah dengan implementasi terluas
Dari seluruh wilayah yang sudah memakai layanan itu, DKI Jakarta menjadi daerah dengan penerapan paling besar. Di provinsi ini, SPMB Online digunakan oleh 2.179 satuan pendidikan untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.
Integrasi end-to-end yang ditawarkan dirancang agar proses pendaftaran lebih tertata dan tidak mudah terganggu saat akses melonjak. Kebutuhan ini relevan karena periode pendaftaran kerap memicu permintaan layanan digital dalam volume tinggi dan waktu yang bersamaan.
Stabilitas layanan jadi fokus utama
Direktur Bisnis Metranet Faisal Yusuf menegaskan bahwa teknologi yang andal kini menjadi kebutuhan utama dalam administrasi publik. Ia menyebut penerapan teknologi dalam penerimaan murid baru bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi untuk layanan yang transparan, akuntabel, dan efisien.
Metranet juga menyiapkan pendampingan operasional untuk menghadapi kendala teknis saat puncak pendaftaran. Perusahaan menyediakan technical support aktif 24 jam selama 7 hari agar layanan tetap berjalan saat beban akses meningkat.
SCALA dipakai untuk lebih dari satu fungsi
SCALA tidak hanya digunakan untuk penerimaan murid baru. Sistem B2B Framework milik Metranet ini juga menggabungkan analitik data, Enterprise Resource Planning atau ERP, keamanan siber, dan tanda tangan digital.
Selain melayani pemerintah daerah dan institusi pendidikan lewat modul manajemen operasional internal, platform ini juga dipakai sebagai wadah pengelolaan startup. Fungsi tersebut membantu menyiapkan produk digital agar lebih siap masuk ke pasar korporasi maupun pemerintahan.
Kontribusi bisnis penunjang ke grup Telkom
Dari sisi kinerja bisnis, unit penunjang yang dijalankan sejumlah entitas anak Telkom ikut menyumbang pendapatan eksternal. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2026, Metranet, Telkommetra, Finnet, dan MDI Ventures secara kolektif mencatat pendapatan eksternal sebesar Rp1,92 triliun.
Angka itu memperlihatkan ruang pertumbuhan solusi digital berbasis layanan publik dan korporasi di dalam ekosistem Telkom Group. Dalam konteks pendidikan, perluasan SPMB Online menjadi contoh bagaimana platform teknologi dipakai untuk memperkuat administrasi sekaligus membuka pasar bisnis digital yang lebih luas.
